oleh

Terpaku Saat Wisata ke Kota Batu Kandovan, Azerbaijan – Iran

PENANEGERI, Azerbaijan – Bila pembaca memiliki kesempatan, dan juga cukup keberanian, maka bisa dijajal berwisata di Kota Batu Kuno Kandovan, yang terletak di Propinsi Azerbaijan, Iran.

Kandovan (bahasa Persia: كندوان, juga disebut sebagai Kandovān dan Kandavān, juga dikenal sebagai Kanvān)  adalah sebuah desa di Distrik Sahand, di Distrik Pusat Kabupaten Osku, Propinsi Azerbaijan Timur, Iran.

Di Kandovan ini masih berdiri kokoh tempat tinggal tebing buatan manusia, yang masih dihuni oleh warga setempat, sehingga sering disebut sebagai Pemukiman Batu Kandovan.

Rumah-rumah yang dipahat di tebing-tebing batu ditinggali oleh warga yang beraktivitas secara normal, dalam keseharian mereka, sehingga layak disebut Kota Batu/Kampung Batu atau pemukiman dari batu.

Kesan penulis PenaNegeri ketika mengunjungi Kota yang dipahat di batu bernama Kandovan ini hanya terpaku kagum : Luar Biasa !

Kebetulan Penulis PenaNegeri mengunjungi Kota Batu Kandovan ini pada hari Minggu tanggal 10 Juli 2017, pukul 13.00 waktu setempat (Indonesia pukul 16.30 WIB) perbedaan waktu +3 jam.

Penulis sampai ke Kampung Batu di Kandovan ini butuh waktu yang lumayan lama, karena melakukan penerbangan dengan transit ke beberapa kota untuk bisa menuju perumahan batu di Kandovan tersebut.

Sebelum mencapai Kandovan, penulis PenaNegeri awalnya melakukan perjalanan pesawat dari Medan menuju Kuala Lumpur, dan di lanjutkan penerbangan ke Tibilisi, Georgia, kemudian dilanjutkan perjalanan darat ke Armenia untuk bisa masuk ke wilayah Tabriz Iran.

Baca Juga  Wisata Menyentuh Hati di Kobe Muslim Mosque, Masjid Pertama di Jepang

Karena  Kota Tabriz adalah kota paling dekat yang terletak dengan perkampungan Batu Kandovan dan berbatasan langsung dengan Armenia.

Namun perjalanan yang panjang dan cukup melelahkan ini terbayar seketika saat PenaNegeri sampai dan merasakan sendiri tinggal sejenak untuk berwisata di Kandovan yang menakjubkan.

Rumah-rumah yang digali di dalam batuan vulkanik di Kandovan ini, kalau melihat eksteriornya adalah susunan batu tebing yang alami serta berbentuk kerucut yang unik, namun juga terdapat aliran listrik di kota Batu kandovan ini, sehingga bisa dilihat adanya kabel-kabel listrik layaknya pemukiman atau kota.

Interior rumah batu alami di Kandovan ini juga layaknya rumah warga yang dilengkapi sarana untuk hidup sehari-hari seperti perabotan dan ruangan-ruangan.

Penulis PenaNegeri ketika berada di Perkampungan Kota Batu Kandovan, Minggu 10-7-2017

Kandovan adalah desa wisata di Iran yang tidak hanya terkenal dengan keindahan pemandangannya, namun juga keunikannya bahwa banyak rumah di Kandovan telah dibuat di gua-gua yang terletak di formasi batuan berbentuk kerucut.

Rumah yang diukir di bebatuan ini sangat aneh, saking uniknya ketika melihat foto di mana PenaNegeri berkunjung ke Kandovan, maka Anda pasti ingin sekali mengunjungi Kandovan ini.

Beberapa rumah batu ini berumur minimal 700 tahun (7 abad) dan masih dihuni.

Baca Juga  Tips Wisata Ke Yunani

Sebagian besar rumah bertingkat dua sampai empat tingkat. Legenda menyebutkan bahwa penduduk pertama Kandovan pindah ke sini berabad-abad yang lalu untuk melarikan diri dari tentara Mongol yang menyerang.

Tinggi di barat laut Iran dekat Osku dan Tabriz, sejarah arsitektur Kandovan berasal dari abad ke-13. Di desa yang unik ini, rumah tidak hanya dibangun di atas gunung, rumah-rumah ini diukir di dalamnya.

Dibangun dari abu vulkanik dan puing-puing yang dimuntahkan saat terjadi letusan Gunung Sahand, struktur berbatu ini dikompres secara alami dan dibentuk oleh kekuatan alam menjadi pilar berbentuk kerucut yang berisi kantong atau gua-gua alami.

Tebing yang menjadi ratusan rumah penduduk ini telah terkikis oleh unsur-unsur selama bertahun-tahun menjadi bentuknya yang unik saat ini.

Penulis PenaNegeri ketika berada di Perkampungan Kota Batu Kandovan, Minggu 10-7-2017

Penduduk setempat mengatakan bahwa rumah tidak hanya kuat tetapi juga luar biasa ‘hemat energi’, Rumah ini memerlukan panas tambahan yang minimal selama musim dingin yang panjang dan tetap dingin di musim panas. ‘Kando’ berarti ‘sarang lebah’, dan inilah bagaimana Kandovan mendapatkan namanya.

Meski terisolasi dari dunia luar, justru hal ini menarik minat beberapa wisatawan yang berani berkunjung ke Kandovan dari seluruh dunia.

Jauh dari polusi dan kota metropolitan yang bising, desa batu ini sungguh adalah tempat yang tenang bagi mereka yang mencari kedamaian dan kenyamanan.

Baca Juga  Menarik, Festival Durian Sindangwangi 2017

Wisatawan paling banyak yang berkunjung, turis yang berasal dari daerah Eropa dan Timur Tengah.

Sedangkan Wisatawan dari indonesia sangat sedikit (bisa dihitung jari) untuk bisa sampai ke tempat tersebut, dikarenakan transportasi pesawat dari Jakarta tidak melakukan penerbangan langsung ke daerah tersebut.

Sekali lagi Penulis PenaNegeri sangat bersyukur bisa berwisata di Kandovan sebagai perkampungan/pemukiman tebing batu satu-satunya yang ada di dunia.

PenaNegeri sempat mengobrol dengan penduduk lokal Kandovan bernama Ali Darya (40) yang sekaligus adalah pemilik Hotel di Tabriz, Ali Darya ini berkewarganegaraan Iran.

Ali Darya mencertakan asal mulanya Kandovan berdiri menurut legenda, penduduk kota ini pertama kali datang untuk menghindari kejaran pasukan Mongol.

“Mereka lari dan menggali persembunyian di tebing batu vulkanis dan tinggal di sana. Bahkan hingga bahaya sudah lewat (aman). Tempat yang awalnya sebagai persembunyian berkembang menjadi rumah-rumah lengkap dengan dapur, kamar mandi, bahkan tempat berkumpul keluarga” jelas Ali Darya pada PenaNegeri, Minggu (10/7).

Penulis PenaNegeri berada di Perkampungan Kota Batu Kandovan

Ali sempat bertanya, baru kali ini melihat orang Indonesia (penulis Penanegeri.com) berkunjung dan menginap di hotel tempatnya.

PenaNegeri pun juga balas mengucapkan terima kasih atas keramahan penduduk kampung batu Kandovan ini, karena meski terpencil, namun unsur keramahan penduduk terasa hangat menyapa PenaNegeri di sini.

Salam dari Kandovan! (*)

Komentar

Berita Terbaru