oleh

Tiangong-1 Diprediksi Jatuh ke Bumi hari Senin (2/4) di Samudera Pasifik

PENANEGERI, Jakarta – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) terus memantau perkembangan jatuhnya stasiun luar angkasa Tiangong-1. Stasiun Luar Angkasa Tiangong-1 diprediksi akan jatuh pada hari Senin pagi tanggal 2 April 2018 pukul  07.15 WIB di wilayah Samudera Pasifik bagian selatan.

Pembaca Penanegeri.com bisa mengakses langsung di situs Lapan untuk mengetahui update informasi terbaru pemantauan Lapan terhadap perkiraan jatuhnya Stasiun Tiangong -1.

Menurut keterangan resmi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), terhadap Pemantauan Re-entry Tiangong-1, yang diupdate pada hari Minggu siang 1 April 2018, ukul 12.40 WIB yakni :

Dengan data terbaru diprediksi waktu jatuh Tiangong-1 adalah pada hari Senin tangggal 2 April 2018 pukul 07:15 WIB +/- 15 menit.

Stasiun ini diperkirakan akan mengalami re-entry di Samudera Pasifik bagian selatan.

Kesimpulan sementara adalah Indonesia aman dari kejatuhan Tiangong-1. Stasiun ini diperkirakan akan jatuh di selatan Samudera Pasifik pada 2 April 2018 sekitar pukul 07.15 WIB.

Sedangkan Badan antariksa China Manned Space Engineering Office, seperti dikutip dari kantor berita AFP, Minggu (1/4), menyatakan, stasiun luar angkasa Tiangong-1 berbobot 8 ton itu akan masuk ke bumi dengan kecepatan 26.000 kilometer per jam sebelum terpecah-pecah di atmosfer.

Sementara lembaga China Manned Space Engineering Office (CMSEO) mengungkapkan laboratorium luar angkasa dengan bobot 8 ton ini akan jatuh dengan memberikan “pertunjukan” layaknya hujan meteor.

Dalam unggahannya di media sosial WeChat, CMSEO mengungkapkan, Tiangong-1 tidak akan menabrak Bumi dengan keras seperti dalam film fiksi ilmiah, tetapi berubah menjadi hujan meteor yang indah karena terpecah-pecah menjadi serpihan yang terbakar saat memasuki atmosfer bumi.(*)

Komentar

Berita Terbaru