oleh

Tim Gabungan BNN RI dan Bea Cukai Aceh Gagalkan Penyelundupan 40 Kg Sabu di Aceh Timur

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Petugas gabungan BNN RI, BNNP Aceh dan BNNK Langsa bersama Bea Cukai Aceh kembali mengungkap jaringan tindak pidana Narkotika di wilayah Aceh dengan menggagalkan penyelundupan sabu-sabu sebanyak 40.230 gram (40,23 Kg) di dua lokasi berbeda di Kabupaten Aceh Timur, Rabu (10/1).

Deputi Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol Arman Depari dalam keterangan persnya, di kantor BNNK Aceh Tamiang, Jumat (12/1) pukul 11.30 WIB mengatakan, penangkapan dilakukan di dua Tempat Kejadian Perkara (TKP) berbeda. Dijelaskan, penangkapan bermula dari informasi yang diperoleh pihaknya, bahwa akan ada transaksi Narkotika jenis sabu di wilayah perairan Idi, Aceh Timur yang masuk dari Penang, Malaysia melalui jalur laut.

“Penangkapan pertama di Desa Bagok panah, Kecamatan Darul Alam dengan barang bukti 30,23 kg sabu. Kedua, di Alur Sungai Desa Bantayan, Kecamatan Nurusalam dengan barang bukti sabu seberat 10 kg yang disimpan dalam biat,” ujarnya sembari mengatakan, kedua TKP diwilayah Kabupaten Aceh Timur.

Barang bukti lainnya, sambung Arman Depari, satu unit kapal motor (boat Oskadon) yang digunakan untuk menyembunyikan sabu seberat 10 kg saat ini dititipkan di Pol Air pelabuhan Kuala Langsa.

Irjen Pol Arman Depari lebih lanjut mengatakan, selain barang bukti sabu, pihaknya juga mengamankan empat orang tersangka masing-masing, Amri (30) dan Junaidi (40) tercatat sebagai warga Desa Bantayan Kecamatan Nurul Salam sedangkan Saifanur (34) dan Ramli (52) merupakan warga Desa Bagok Panah Peut Kecamatan Darul Aman.

Penyelundupan Sabu di Aceh Timur

“Ke empat tersangka merupakan warga Aceh Timur. Mereka diduga kuat sebagai sindikat jaringan Narkotika Internasional,” terangnya.

Adapun modus penyeludupannya, kata Arman Depari, sabu-sabu yang telah diterima dari jalur laut di sembunyikan di dalam tanah disekitar pekarangan rumah mereka.

“Akibat perbuatannya, ke empat tersangka akan dijerat pasal 114 ayat 2 Jo pasal 132 ayat (1) 112 ayat 2 Jo pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati,” tandasnya.

Dalam konfrensi pers tersebut turut dihadiri Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Faisal, Kepala BNNK Aceh Tamiang AKBP Trisna, Kepala BNNK Langsa AKBP Navri Yuleny, Bupati Kabupaten Aceh Tamiang Ir H Mursil, Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon, SH dan Pabung Aceh Tamiang Kodim 0104/Atim.

Komentar

Berita Terbaru