oleh

Tim RSJ Banda Aceh Jemput Warga Bireuen yang Mengalami Gangguan Jiwa

PENANEGERI, Bireuen – Enam warga Kabupaten Bireuen yang mengalami gangguan jiwa dan selama ini dipasung dibawa berobat ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ), Banda Aceh.

Penjemputan  ke enam pasien gangguan jiwa dari Bireuen ini, merupakan bagian dari rencana pembebasan 82 pasien gangguan jiwa yang selama ini terpasung di seluruh Aceh.

Kepala Humas RSJ Aceh, Azizurrahman didampingi anggota tim dr Rina Hastuti SpKJ kepada wartawan, Kamis (13/9) mengatakan, selama di Bireuen pihaknya dibagi 2 tim.

“Tapi sebelum menjemput pasien gangguan jiwa, tim dari RSJ Aceh ini melakukan pertemuan dengan seluruh kepala puskesmas, para Camat, dan tenaga medis lainnya, di aula Dinkes Bireuen,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, dr Rina Hastuti SpKJ memaparkan, peraturan penanganan pasien gangguan jiwa serta ancaman bagi yang menganiaya mereka.

Di samping itu menyangkut  Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa atau disebut Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Selama di Bireuen, Azizurrahman mengatakan, tim pertama terdiri dari Azizurrahman SKM MM, dr Rina Hastuti SpKJ, Ns M Yani SKep, Muslim, dan Azhari. Sedangkan tim kedua dr Bashid Enri Aidya, Azhari SKM, Ilham Syahrizal AMk, Irwansyah, dan Ridwan.

Baca Juga  SSB Bijeh Mata Bireuen Akhirnya Bisa Berangkat ke Bandung

Sementara pasien yang dijemput yakni, M Khadafi bin Usman (35) dan Fatimah (58) warga Blang Cirih, Peusangan Siblah Krueng, lalu Safawan bin Ibrahim (32) warga Pulo Reudeup, Kecamatan Jangka.

Selain itu Irwansyah (41) warga Lampoeh Ou, Kecamatan Jeunieb, Zulkifli (33) warga Gampong Baro, Peudada, serta Mulyadi (35) warga Meunasah Barat, Simpang Mamplam, Bireuen.

“Selama penjemputan ini, tim juga didampingi dokter spesialis jiwa, guna memberikan advokasi kepada dokter dan petugas kesehatan di Dinkes Bireuen. Setelah sembuh nanti, pasien ini kita kembalikan ke keluarganya, dan mereka tidak dipasung lagi,” harapnya.

Komentar

Berita Terbaru