oleh

Tim Survey Kampus IPDN Cek Kesiapan Lahan di Aceh Besar

PENANEGERI, Aceh Besar – Tim survei kelayakan kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) mengunjungi lokasi yang akan didirikan kampus IPDN di Aceh di kawasan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (29/11).

Ketua Tim survei kelayakan kampus IPDN, Tengku Syahrul Johan dalam kunjungan menyampaikan, pihaknya sangat senang tiba di Kota Jantho dan langsung disambut dengan oleh tarian Ranup Lampuan.

“Tujuan kami datang kemari untuk meninjau lokasi kampus IPDN yang berada di Blang Bintang. Ternyata lokasinya sangat bagus. Kami hanya memastikan kesiapan lahan dan kondisi Gografis Aceh Besar yang nantinya akan kami laporkan kepada Mendagri di Jakarta,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan anggota Tim survei lainnya, Zulkarnaen. Dijelaskannya, saat ini IPDN telah memiliki 8 (delapan) kampus IPDN dan sekarang kita sedang membangun kampus di Kalimantan Barat. Nantinya, jika kampus di Aceh Besar jadi dibangun, maka ininmerupakan kampus ke 9 (sembilan).

“Pembangunan kampus akan menggunakan anggaran APBN dan ini harus ada komitmen dari Gubernur dan Bupati/Walikota seluruh Aceh agar dapat membantu untuk menghibahkan anggarannya guna mendukung sarana dan prasaran mobiler pendukung kampus IPDN Aceh Ini,” paparnya sembari menambahkan nantinya nama kampus tersebut adalah kampus IPDN Aceh, bukan Aceh Besar, hanya tempatnya saja di Aceh Besar.

Sebelumnya, Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Ketua TIM IPDN dari Jatinangor yang telah tiba di Kota Jantho yang sejuk ini. Pemda Aceh Besar sangat mengharapkan kampus IPDN didirikan di Kota Jantho. Kota ini sudah cukup lengkap dan mampu bila didirikan kampus IPDN ini, terutama kesiapan lahan.

“Jantho ini sangat strategis tidak jauh dari Bandara, Jalan Tol, Rumah Sakit, Perpustakaan Daerah, dan Universitas pun cukup dekat, yakni Unsyiah serta pelabuhan juga ada di Ulee Lheue, dan Pusat Pemerintahan Provinsi juga sangat dekat,” urai Mawardi.

“Kita juga sudah tetapkan tanah yang di alokasikan untuk jampus IPDN, yakni seluas 40 hingga 70 hektar. Di Jantho sangat aman karena dikelilingi oleh sejumlah satuan TNI dan untuk bencana kemungkinan kecil akan terjadi baik banjir maupun longsor,” tandasnya.

Dalam peninjauan kelayakan tersebut Tim Survei yang terdiri dari 3 (tiga) orang tersebut di dampingi seluruh unsur Forkopimda Aceh Besar beserta jajarannya.

Pelaksanaan pembangunan kampus IPDN Aceh akan dimulai pada tahun 2018 mendatang secara bertahap.

Komentar

Berita Terbaru