oleh

Tipu Guru Puluhan Juta, Warga Bireuen Diciduk Polisi

PENANEGERI, Bireuen – Pihak Kepolisian Polres Bireuen berhasil mengamankan tersangka, As bin My (30) warga Balee Daka, Peulimbang, Kabupaten Bireuen yang terlibat penipuan terhadap seorang guru, di Aceh Tengah.

Kapolres Bireuen AKBP Riza Yulianto SE SH melalui Kasat Reskrim, Iptu Eko Rendi Oktama SH kepada Penanegeri.com, Selasa (9/10) menjelaskan, tersangka As ini diamankan di rumahnya, Selasa (9/10) sekira pukul 02.30 dini hari.

Menurut Kasat Reskrim, tersangka As ini ditangkap setelah menerima laporan dari korban, Ratna Sarwiva bin M Salim (30) guru, warga Burni Bius Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah.

“Tersangka As ini ditangkap dengan sangkaan tindak pidana penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp 457.800.000 (empat ratus lima puluh tujuh juta delapan ratus ribu rupiah) yang dilakukan tersangka, 9 Juni 2017, yang dilakukan di Bireuen,” terangnya.

Menurutnya, awalnya korban sekira pukul 19.00 WIB, korban menjumpai tersangka meminta bantu kepada tersangka As untuk pengurusan dana pembangunan sekolah tersebut.

Selanjutnya tersangka As meminta uang pengurusan setiap sekolah melalui korban sebesar Rp 10 juta.

Baca Juga  Polres Bireuen Ringkus Pencuri Sapi

“Dana tersebut, alasan tersangka As menyuruh korban sebagai syarat bisa dicairkannya dana hibah pembangunan gedung sekolah. Lalu korban harus mengajukan 30 sekolah yang ingin dicairkannya dana hibah tersebut, korban juga harus mengajukan proposal pembangunan gedung sekolah,” jelasnya.

Namun kata Eko Rendi Oktama, korban hanya bisa mengajukan 26 proposal sekolah yang ingin dicairkan dana hibah tersebut.

Selanjutnya tersanka meminta uang kepada korban Rp260 juta untuk uang tanda jadi, alasannya dana tersebut untuk pengiriman, pengurusan proposal  ke Mendikbud.

Selanjutanya tersangka ini juga meminta uang secara bertahap kepada koban, tanggal 26 Juli 2017, lalu korban mengirim Rp 50 juta, tanggal 29 Juli 2017 korban kembali mengirim Rp 80 juta, dan tanggal 26 Juli 2017 korban juga mengirim Rp25 juta serta Rp 1.800 ribu.

Lalu tanggal 7 Agustus 2017 korban kembali mengirim Rp5 juta, tanggal 26 Juli 2017 korban juga mengirim Rp 10 juta serta tanggal 26 Juli 2017 korban mengirim Rp15 juta, selanjutnya tanggal 3 September 2017 kami juga mengirim Rp95 juta.

Baca Juga  Polisi Tangkap Pelaku Pemerkosa Anak Tiri di Bireuen

“Setelah dilakukan pengiriman uang tersebut, tersangka ini menjanjikan dana hibah tersebut akan cair akhir bulan Agustus 2017 lalu. Namun hingga saat ini dana hibah tersebut tidak pernah cair dan tidak ada kejelasan, lalu korban melaporkan kejadian ini ke Polres Bireuen guna pengusutan lebih lanjut,” sebutnya.

Komentar

Berita Terbaru