oleh

Tol Aceh Berlanjut, Lahan yang Terkena Proyek Diukur

PENANEGERI, Aceh – Jalan tol Aceh ruas Banda Aceh – Sigli sudah memasuki tahap pengukuran lahan yang terkena proyek. Pengukuran lahan yang terkena pembangunan tol sepanjang 72,4 km ini dimulai dari 3 kecamatan di Aceh Besar meliputi Indrapuri, Blangbintang, dan Montasik.

Tiga kecamatan ini menjadi prioritas karena pembangunan tol fisiknya akan dimulai dari kawasan tersebut. Pembangunan jalan tol itu sendiri rencananya melintas dari Gampong Lambada Lhok hingga Padang Tiji, Pidie.

Informasi yang diperoleh dari Satgas Pembebasan Tanah Kanwil BPN Aceh beberapa waktu lalu, ada sekitar 500 dari total 2.300 bidang tanah yang akan dibebaskan menjadi target dalam pengukuran bulan ini. Seharusnya tidak ada kendala dan rintangan yang berarti dalam proses pengukuran ini.

Bangunan berupa rumah penduduk, fasilitas pendidikan, atau fasilitas publik lainnya yang relatif sedikit membuat Satker Pengadaan Tanah Jalan Tol Aceh optimis pembebasan lahan akan cepat selesai.

Perihal pembebasan lahan ini, Satker Pengadaan Tanah Jalan Tol menargetkan untuk tuntas pada Juni 2018. Sehingga pembangunan konstruksi sudah bisa dimulai awal Juli 2018. Untuk itu tahapan yang harus dilalui setelah pengukuran lahan ini harus dilaksanakan dengan maksimal.

Baca Juga  Getek Penyeberangan Tenggelam di Sungai Aceh Tamiang

Proses Pembangunan Tol Aceh

Pengukuran Lahan

Usai tanah diukur, maka tim pengukur beserta pihak Kantor BPN Aceh Besar akan mengumumkan luas lahan yang diukur. Pengumuman ini disiarkan melalui papan pengumuman atau tempat fasilitas publik lain. Hal ini dimaksudkan supaya warga dapat mengecek luas lahan mereka sehingga meminimalisir adanya kesalahan data sebelum pembayaran.

Bagi warga yang merasa luas lahan yang diukur tidak sesuai dengan surat yang dimiliki dapat mengajukan protes. Sementara pemilik lahan yang merasa luas lahan sudah sesuai akan dimintai nomor rekening bank untuk masuk ke tahap pembayaran.

Setelah pihak BPN selesai dengan urusan pengukuran dan pembuatan sertifikat tanah para warga, maka pembayaran akan dimulai pada bulan Februari 2018 dan diharapkan selesai bulan Mei 2018. Sumber dana untuk pembebasan lahan ini sendiri sudah tersedia di Lembaga Managemen Aset Negara (LMAN) di bawah Kementrian Keuangan.

Pembuatan Dokumen

Selanjutnya, jika tahap pembayaran sudah selesai, maka dimulai pembuatan dokumen detail engineering design atau perencanaan desainnya. PT Hutama Karya bersama Konsultan Perencana dan Pengawas akan datang ke Aceh untuk membuat gambar desain pada tiga kecamatan tersebut di atas.

Baca Juga  Tandatangani MoU, Ini Jumlah Dana CSR dari 18 Perusahaan di Aceh Barat

Di Sumatera sendiri saat ini tengah berlangsung 4 paket proyek jalan tol pada beberapa provinsi. Dan proyek jalan tol di Aceh bisa dikatakan lebih lambat dan tertinggal dibanding proyek lainnya.

Provinsi lain yang tengah mendapat proyek tol ini terdiri dari Sumatera Selatan dan Sumatera Utara. Provinsi lainnya sudah menyelesaikan 2 paket proyek sementara Aceh baru menjalankan tahap pembebasan tanah saja.

Oleh karena itu, diharapkan dukungan seluruh lapisan masyarakat demi kelancaran proyek tol di Aceh. Ketika rapat koordinasi untuk menyatukan pandangan sebelum pengadaan jalan tol ruas Banda Aceh Sigli ini, semua camat dan keuchik yang diundang pun ikut hadir. Hal ini ditujukan supaya aparatur terdepan dalam kelancaran proyek ini dapat memberi persetujuan akan proyek jalan tol Aceh.

Proyek jalan tol ini merupakan bagian dari Trans-Sumatera yang terdiri atas tiga lainnya yaitu Sigli-Lhokseumawe sepanjang 135 kilometer, Lhokseumawe-Langsa sepanjang 135 kilometer, dan Langsa-Binjai sepanjang 110 kilometer.

Jika pelaksanaan proyek ruas pertama Aceh-Sigli mengalami banyak hambatan, maka akan berpengaruh pada tiga ruas tol lainnya. Maka seluruh elemen masyarakat perlu mendukung penuh proyek ini dan tidak terpengaruh provokasi.

Komentar

Berita Terbaru