oleh

Trump : Kesabaran AS Sudah Habis terhadap Korea Utara

PENANEGERI, Desk Internasional- Presiden Donald Trump telah memperingatkan Korea Utara (Korut) bahwa kesabaran AS terhadap “rezim sembrono dan brutal” Korea Utara telah habis, dan meminta masyarakat internasional untuk mendukung sanksi tambahan untuk menggagalkan program rudal nuklir dan balistik Korea Utara.

“Era kesabaran strategis dengan rezim Korea Utara telah gagal,” kata Trump dalam kata sambutannya di Gedung Putih bersama Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada hari Jumat (30/6), Trump juga menegaskan ntuk “memperkuat” aliansi AS-Korea Selatan.

“Era kesabaran strategis dengan rezim Korea Utara telah gagal,” kata Trump. “Terus terang, kesabaran itu sudah berakhir” katanya.

“Tujuan kami adalah perdamaian, stabilitas dan kemakmuran bagi kawasan ini, namun Amerika Serikat akan membela diri – selalu akan mempertahankan diri, selalu dan kita akan selalu membela sekutu kita,” tegas Presiden Trump.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, juga sepakat  dengan Trump yang telah menjanjikan “tanggapan tegas” terhadap provokasi Korut lebih lanjut.

“Kami akan menggunakan  sanksi dan dialog tersebut secara bertahap dan menyeluruh,” kata Moon.

Baca Juga  Korut Dikabarkan akan Uji Rudal Lagi

Pyongyang (Korut) melihat keterlibatan Amerika di Semenanjung Korea – termasuk kehadiran 30.000 tentara – sebagai sinyal Washington bersiap untuk menyalakan kembali Perang Korea 1950-53.

Menteri Pertahanan AS Jim Mattis memperingatkan konsekuensi dari solusi militer manapun akan “tragis dalam skala yang luar biasa”.

Trump sebelumnya telah mengharapkan agar China selaku tetangga utama Korea Utara dan mitra dagang utama, untuk berbuat lebih banyak untuk mengendalikan Pyongyang,  namun akhir-akhir ini dinilai  Beijing belum mengambil tindakan yang lebih kuat.

Retorika Korea Utara samakan Trump dengan Hitler

Sebelumnya, pekan lalu melalui pernyataan retorikanya, Korea Utara telah berani membandingkan Donald Trump dengan Hitler dan menuduhnya bersungguh-sungguh pada ‘dominasi dunia’.

Kantor berita KCNA (Korean Central News Agency) telah mengecam kebijakan utama Trump sebagai : ‘serupa dengan Nazisme’

Korea Utara juga telah berani menyamakan Presiden Donald Trump dengan Hitler dan mengklaim bahwa dia bermaksud ‘menguasai dunia dengan cara militer’.

Korut terlihat sangat cemas dengan kunjungan pemimpin baru Korea Selata, Presiden  Moon Jae-in ke Washington di mana Presiden Trump telah menyatakan untuk meminta lebih banyak sanksi bagi Korea Utara.

Baca Juga  Angin Radiasi dari Korut Dikhawatirkan Dapat Mencapai Jepang

Kantor Berita Pusat resmi Korea KCNA (Korean Central News Agency) juga telah mengeluarkan retorika yang bernada bermusuhan lebih tinggi, dengan berani membantingkan kebijakan utama Trump sebagai sesuatu yang mirip dengan ‘Nazisme di abad ke-21’.

Kantor berita Korut KCNA mengatakan: ” Prinsip Amerika-pertama (America First) ‘… mendukung dominasi dunia dengan jalan ke sarana militer seperti halnya dengan konsep Hitler tentang pendudukan dunia,” ujar editorial KCNA pekan lalu.

Presiden Trump pada hari Jumat (30/6) kemudian meminta kepada Dunia Internasional untuk memberikan sanksi yang lebih tegas dan keras terhadap Pemerintah Korea Utara. (*)

Komentar

Berita Terbaru