oleh

Tuntong Laut di Aceh Tamiang Mulai Menetas

-Aceh-21 views

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Telur tuntong laut (Batagurborneoensis) yang diamankan di pusat rumah informasi tuntong laut (RITL) di Desa Pusong Kapal, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang kini telah mulai menetas.

Dari ratusan telur tersebut terlihat satu persatu tukik unik itu keluar dari cangkangnya dan langsung dipisahkan untuk mendapatkan karantina khusus oleh pihak Yayasan Satucita Lestari Indonesia (YSLI).

Telur-telur tersebut hasil dari patroli penyelamatan telur pada bulan bulan Februari lalu. Ada juga telur penyu hijau yang diselamatkan anggota yayasan dan petugas BKSDA Aceh, tapi belum ada tanda-tanda menetas. Sejak 2012 yayasan ini terus berupaya melestarikan satwa langka yang telah dilindungi Qanun/Perda Aceh Tamiang Nomor 03/2016 tersebut.

Ketua Yayasan Satucita Lestari Indonesia (YSLI), Yusriono kepada awak media di Kualasimpang, Kamis (15/3) mengatakan dari 443 jumlah telur, yang sudah menetas sampai saat ini ada 91 butir.

“Sisa telur lainnya ditaksir akan menetas sampai pertengahan bulan April 2018 mendatang. Pertama kali telur spesies tuntong menetas pada tanggal 20 Februari 2018. Kemudian telur-telur lainnya juga ikut menetas,” ujarnya.

Baca Juga  Hearing Publik DPRK Aceh Tamiang : Kemiskinan Musuh Bersama

Menurut Yusriono, angka penetasan tuntong laut tahun ini bisa mencapai 75 persen. Akan tetapi angka tersebut lebih kecil jika dibandingkan angka penetasan pada tahun sebelumnya yang mencapai 85 persen.

Pasalnya, penetasan telur kali ini menggunakan metode in/situ dengan mengambil telur dari dalam kawasan kemudian dikumpulkan jadi satu di pusat rumah informasi, sehingga persentase penetasan lebih kecil. Namun hal itu dilakukan untuk menghindari hama predator.

Sedangkan dulu pihaknya menggunakan metode ex/situ sistem penetasan langsung ditempat tuntong bertelur atau berlokasi di pantai yang sama, yang memungkinkan semua telur yang terbuahi 99 persen pasti menetas.

Setelah anak tuntong laut netas semua, akan dikarantina minimal selama satu bulan sampai spesies itu mampu beradaptasi dengan alam, baru kemudian dilepasliarkan.

“Pelepasan tukik kali ini masih diseputaran pantai Pusong Kapal. Rencananya akan mengundang bupati dan unsur Forkopimda,” tandasnya.

Komentar

Berita Terbaru