oleh

Turki Bela Qatar

PENANEGERI, Desk Internasional- Ditengah gelombang pemutusan hubungan diplomatik terhadap Qatar yang dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi, Kerajaan Bahrain, Uni Emirat Arab, Yaman, Libya, Mesir, Mauritania, Maladewa, Jordania, juga belakangan disusul oleh Senegal dan Djibouti, namun Turki tetap membela Qatar dalam krisis diplomatik yang melanda negara-negara teluk (gulf) ini.

Wakil ketua partai AK yang  berkuasa di Turki mengkritik pembatasan perdagangan di Qatar, dan  Ankara akan bekerja untuk memecahkan krisis Qatar.

Pejabat Turki mengatakan Turki akan bekerja sama dengan Qatar dalam hal perdagangan, agar orang-orang yang tinggal di negara Qatar  tidak ditinggalkan tanpa persediaan makanan dan air yang diperlukan.

Serangkaian langkah-langkah embargo perdagangan dan tindakan melawan Qatar yang diberlakukan oleh negara-negara tetangga adalah “melawan hak asasi manusia sebelum hal lain”, seorang pejabat senior Turki mengatakan kepada kantor berita Al Jazeera.

Ravza Kavakci Kan, wakil ketua  Partai AK (Adalet ve Kalkınma Partisi) yang berkuasa, mengatakan bahwa Ankara akan bekerja sama dengan Qatar karena “orang-orang yang tinggal di sana tidak dibiarkan tanpa persediaan makanan dan air yang diperlukan”, setelah Arab Saudi dan Uni Emirat Arab memutus perdagangan dan diplomatik. Dengan Doha.

Baca Juga  Arab Saudi : Daftar Tuntutan Permintaan pada Qatar tidak dapat Dinegosiasikan

Tindakan lain terhadap Qatar, yang sangat bergantung pada impor makanan, termasuk penutupan wilayah udara, perbatasan darat dan wilayah maritim.

Kavakci Kan, yang juga anggota komite parlemen urusan luar negeri Turki, mengatakan bahwa Ankara akan menghormati komitmennya dengan Qatar dan hubungan kedua negara tidak akan berubah.

“Negara-negara, yang tinggal diam sementara pembantaian dilakukan di Suriah, sementara bayi terbunuh di kota Idlib, sekarang melakukan ini, bukan ke negara lain, namun secara khusus ke Qatar karena suatu alasan yang tidak dapat kita pahami,” ujarnya.

“Ini bertentangan dengan hak asasi manusia.” paparnya.

Dalam perpecahan paling serius antara negara-negara Teluk Arab dalam beberapa dasawarsa, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada hari Senin, menuding Qatar telah mendukung dan membiayai kelompok-kelompok “ekstremis” dan mendestabilisasi wilayah tersebut.

Atas tudingan ini, Qatar membantah keras tudingan tersebut.

Aksi pemutusan diplomatik terhadap Qatar ini secara bertahap juga diikuti oleh Mesir, Yaman, pemerintah timur Libya, Maladewa, Mauritania, Yordania,  dan juga belakangan Senegal, dan Djibouti juga menurunkan tingkat hubungan diplomatiknya dengan Qatar.

Baca Juga  Kesepakatan Pembelian Jet Tempur F-15 menunjukkan Dukungan AS pada Qatar

“Turki akan mencoba bekerja sebagai mediator untuk menyelesaikan masalah ini melalui diplomasi, seperti yang terjadi pada isu-isu regional lainnya seperti situasi di Suriah.” kata pejabat Turki itu.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritik tindakan diplomatik melawan Qatar pada hari Rabu (7/8).

“Mengisolasi Qatar, yang melakukan perang melawan terorisme yang efisien, tidak akan menyelesaikan masalah apapun. Saya harap sanksi terhadap Qatar akan ditarik sesegera mungkin,” kata Presiden Erdogan dalam sebuah pidato.

Turki dan Arab Saudi sama-sama berada dalam koalisi pimpinan AS melawan  kelompok ISIL/ISIS. Pesawat tempur Arab Saudi bergabung dengan operasi anti-ISIL/ISIS melalui pangkalan udara Incirlik, Turki. (*)

Komentar

Berita Terbaru