oleh

Turki  Tolak Tuntutan untuk Menutup Pangkalan Militernya di Qatar

PENANEGERI, Desk Internasional-  Turki menolak telepon dari empat negara Arab untuk menutup pangkalan militernya di Qatar, dengan mengatakan bahwa pangkalan tersebut merupakan penjamin keamanan di Teluk, dan tuntutan penutupannya merupakan gangguan dalam hubungannya dengan Doha.

Menteri Pertahanan Turki Fikri Isik  mengatakan Ankara tidak memiliki rencana untuk meninjau kembali hubungan dengan Qatar, dalam artian akan tetap mempertahankan hubungan bilateral antara kedua negara, terutama setelah negara-negara Arab mengeluarkan 13 tuntutan untuk mengakhiri blokade terhadap Qatar.

Menteri Pertahanan Fikri Isik mengatakan kepada penyiar NTV bahwa dia belum melihat permintaan untuk penutupan pangkalan tersebut, namun membuat jelas negaranya tidak memiliki rencana untuk meninjau kembali kesepakatan 2014 dengan Qatar yang menyebabkannya dibentuk.

Reaksinya terjadi setelah Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya memboikot Qatar karena dugaan dukungan untuk “terorisme” yang dilaporkan mengeluarkan daftar tuntutan, termasuk menutup instalasi militer.

“Jika ada permintaan seperti itu, itu berarti interferensi dalam hubungan bilateral,” kata Isik dalam sebuah wawancara pada hari Jumat (23/6).

Baca Juga  Tolak Tuntutan untuk Tutup Al Jazeera

“Pangkalan di Qatar adalah basis Turki dan satu yang akan menjaga keamanan Qatar dan wilayah tersebut.

“Ini adalah pangkalan militer yang penting dan tidak ada negara yang terganggu olehnya”, ujar Menhan Turki.

Lima kendaraan lapis baja dan 23 personil militer tiba di Doha pada hari Kamis (22/6) dalam sebuah penempatan yang dilakukan angkatan bersenjata Turki mengatakan adalah bagian dari kesepakatan pelatihan dan kerjasama militer.

Sekitar 88 tentara Turki sudah berada di Qatar, menurut surat kabar Hurriyet.

Surat kabar tersebut mengatakan bahwa latihan bersama oleh pasukan Turki dan Qatar diharapkan akan dilaksanakan setelah liburan Idul Fitri yang dimulai pada hari Minggu dan jumlah tentara Turki yang dikirim ke negara Teluk pada akhirnya dapat mencapai 1.000 orang.

Pangkalan militer Turki di Qatar adalah yang pertama  Turki di jazirah Arabia.

Seperri diketahui Setelah ketegangan Teluk dan blokade terhadap Qatar, maka Turki segera meloloskan rancangan undang-undang di parlemennya untuk mengerahkan pasukannya ke Doha dan meningkatkan semangat Qatar.

Baca Juga  Turki dan Qatar Lakukan Latihan Militer Bersama

Negara Turki telah menjadi pendukung utama Qatar sejak sengketa Teluk dan blokade terhadap negara kecil Qatar dimulai pada 5 Juni 2017 oleh negara tetangga yang dekat dengan Qatar seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Bahrain.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sejak awal telah mengecam isolasi Qatar sebagai tindakan yang “tidak manusiawi dan bertentangan dengan nilai-nilai Islam”. (*)

Komentar

Berita Terbaru