oleh

UNICEF Himbau Akhiri Perang yang berimbas pada Anak-anak di Suriah dan Yaman

PENANEGERI, Internasional – Serangan terhadap anak-anak yang terperangkap dalam konflik di Suriah dan Yaman harus dihentikan.

Hal ini ditegaskan oleh badan anak-anak PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), UNICEF (United Nations Children’s Fund), pada hari Senin 13 Agustus 2018

Dalam pernyataan yang ditulis secara tegas, UNICEF menunjukkan bahwa sejak hari Minggu, 28 anak dilaporkan tewas di Idlib dan Aleppo barat, yang terletak di Suriah utara.

Korban tewas termasuk seluruh keluarga dengan tujuh orang anggota keluarga sekaligus.

Selain itu, tiga fasilitas kesehatan yang didukung UNICEF juga diserang, dua di antaranya sekarang tidak berfungsi.

“Perang (yang berimbas) terhadap anak-anak di Suriah menempatkan setidaknya satu juta anak-anak berisiko di Idlib sendiri,” kata pernyataan itu, dimana Geert Cappelaere, selaku Direktur Regional UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara.

Insiden terbaru ini mengikuti kematian 21 anak di Yaman pekan lalu, tewas ketika bus sekolah mereka terkena serangan udara.

Juliet Touma, Kepala Komunikasi UNICEF di wilayah tersebut, menyatakan hal itu menandakan adanya peningkatan serangan terhadap anak-anak.

“Jelas ada perang terhadap anak-anak,” katanya seperti diberitakan dalam situs Berita Resmi PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), menjelaskan bahwa pertempuran yang sedang berlangsung berarti anak-anak di kedua negara itu dirampas hak-hak dasar seperti akses ke perawatan kesehatan dan pendidikan.

Krisis Suriah dimulai hampir delapan tahun yang lalu dengan warga sipil terus “menanggung beban dari konflik yang ditandai dengan penderitaan yang tak tertandingi, kehancuran dan pengabaian terhadap kehidupan manusia,” menurut kantor urusan kemanusiaan PBB, OCHA (United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs).

UNICEF melaporkan bahwa lebih dari lima juta anak di sana memerlukan bantuan kemanusiaan, dengan hampir separuh terpaksa mengungsi dari rumah mereka.

Sementara itu, kantor urusan kemanusiaan PBB, OCHA, mengatakan, tiga tahun pertempuran di Yaman berarti hampir dua pertiga penduduk membutuhkan semacam bantuan pertolongan atau perlindungan untuk bertahan hidup.

“Di seluruh wilayah ada sekitar 30 juta anak-anak yang membutuhkan bantuan kemanusiaan,” kata Touma, juga mengacu pada situasi di tempat-tempat seperti Libya, Sudan dan Wilayah  Palestina yang diduduki (Occupied Palestinian Territory).

“Jadi, anak-anak yang terkena serangan … dan itu harus berakhir.” (*)

Komentar

Berita Terbaru