oleh

Unras Gagal, Investor Parasawita Janji Bayar Hak Buruh Rp 1,8 M

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Manajemen perusahaan PT Parasawita akhirnya bersedia menjumpai perwakilan buruh perusahaan perkebunan ini bertempat di Kantor PKS PT Parasawita di Desa Perkebunan Tanah Merah, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang, Rabu (19/4) sekitar pukul 09.00 WIB.

Pertemuan ini juga melibatkan owner/investor dengan karyawan untuk membahas permasalahan hak ratusan buruh yang tak kunjung dipenuhi oleh perusahaan.

Hasil pertemuan antara kedua belah pihak yakni, investor melalui perusahaan PT Parasawita ingin melakukan kontrak selama lima tahun kepada perusahaan dan sekaligus akan mengoperasikan kembali PKS yang sempat vakum tersebut.

Selanjutnya perusahaan perkebunan yang nyaris kolep ini juga akan membayar kontrak selama 6 bulan pertama kepada pekerja sebesar Rp 1,8 miliar. Pembayaran direalisasikan paling lambat hari Rabu 26 April 2017.

“Uang Rp 1,8 miliar tersebut untuk membayar gaji buruh/karyawan yang tertunggak selama 2,5 bulan yaitu bulan Desember 2016-Februari 2017. Apabila gaji dibayarkan maka karyawan siap untuk bekerja seperti biasa,” ungkap Zulbasri selaku Ketua PUK Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Serbumusi) Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang kepada Penanegeri.com usai menemui pihak perusahaan.

Baca Juga  Tim Opsnal Satreskrim Polres Aceh Tamiang Bekuk Jaringan Curanmor Antar Provinsi

Menurutnya, dana Rp 1,8 miliar jika untuk membayar gaji karyawan sebenarnya masih belum cukup. Masih ada dua bulan gaji lagi yang tertunggak. Namun niat baik dari perusahaan dapat mereka terima asalkan janji awal bisa dipenuhi.

“Karyawan menyetujui hasil pertemuan dengan investor. Kami bersedia menunggu sampai waktu yang dijanjikan yaitu Rabu 26 April 2017,” tuturnya.

Sebelumnya, para karyawan PT Parasawita berencana hari ini Kamis (20/4) akan menggelar aksi unjuk rasa secara besar-besaran ke pusat pemerintahan Aceh Tamiang karena tuntutan mereka selama ini tak digubris pemda setempat. Namun perusahaan cepat merespon ancaman buruh perkebunan tersebut dengan mendatangkan investor yang akan mengambil alih perusahaan dengan perjanjian kontrak kerja.

“Hari ini kami akan menyampaikan surat pembatalan unjuk rasa ke Polres Aceh Tamiang, karena tuntutan kami sudah bisa dipenuhi perusahaan,” ujar Zulbasri.

Amatan Penanegeri.com, selama perwakilan karyawan berada didalam melakukan negosiasi dengan investor dan perusahaan, puluhan buruh perkebunan kelapa sawit terdiri atas laki-laki dan perempuan ini berkumpul di areal Kompleks  PKS setempat menunggu hasil pertemuan.

Baca Juga  Air yang Genangi Jalan Negara Dikuras BPBD Aceh Tamiang

Dalam pertemuan ini dihadiri ADM PT Parasawita H Tarno dengan didampingi Humasnya, Armia dan seorang perwakilan investor yakni, Muhammad Nasution. Sedangkan dari perwakilan karyawan, Ketua PUK Serbumusi Seruway, Zulbasri, Wakil Ketua PUK, Amran, Ketua SPTI perkebunan Seruway, Jafar Ketong uang juga mantan anggota DPRK Atam serta perwakilan PT Parasawita dan buruh.

Komentar

Berita Terbaru