oleh

UNRWA Berjanji untuk Terus Melanjutkan Pekerjaannya

PENANEGERI, Internasional- Badan PBB untuk Pengungsi Palestina atau United Nations Relief and Works Agency for Palestinian Refugees (UNRWA) telah berjanji untuk melanjutkan pekerjaannya, meskipun setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta agar lembaga itu dibatalkan.

Dalam sebuah rangkaian tweet-nya pada hari Minggu malam (7/1), seorang juru bicara badan PBB itu mengatakan akan terus memberikan bantuan kepada para pengungsi Palestina sampai masyarakat internasional menghasilkan solusi untuk keadaan mereka.

“UNRWA ditugaskan oleh Majelis Umum (General Assembly) untuk melanjutkan pekerjaannnya sampai solusi yang adil terhadap masalah pengungsi Palestina tercapai,” kata pejabat UNRWA Sami Mushasha seperti dikutip oleh Kantor Berita Al-Jazeera, Senin (8/1).

Komentar dari UNRWA ini berselang tak lama setelah Netanyahu meminta lembaga tersebut untuk dibatalkan, dengan menuduhnya membantu “pengungsi fiktif”.

“UNRWA adalah sebuah organisasi yang melanggengkan masalah pengungsi Palestina dan narasi hak untuk kembali, sebagaimana, dalam rangka mengeliminasi negara Israel,” kata pemimpin Israel tersebut, menambahkan bahwa lembaga tersebut “harus lewat dari dunia”.

Baca Juga  Presiden Putin dan Presiden Erdogan Peringatkan Langkah A.S Bisa Berisiko Meningkatkan Ketegangan

Atau kutipan dalam bahasa Inggrisnya adalah  :“UNRWA is an organization that perpetuates the Palestinian refugee problem and the narrative of the right-of-return, as it were, in order to eliminate the State of Israel,” the Israeli leader said, adding the development agency needed “to pass from the world”

Lembaga UNRWA ini berperan penting dalam mendukung pengungsi Palestina dengan akses terhadap pendidikan, perawatan kesehatan, layanan sosial dan pekerjaan di wilayah Palestina yang diduduki, dan di negara-negara tetangga.

Ratusan ribu orang Palestina diusir dari rumah mereka di Palestina yang bersejarah oleh milisi Zionis selama perang Arab-Israel 1948 dan kemudian oleh tentara Israel selama perang 1967.

Komentar Netanyahu ini muncul kurang dari seminggu setelah Presiden A.S Donald Trump mengancam untuk memotong dana Amerika ke Otoritas Palestina (PA) karena tidak menunjukkan cukup “penghargaan ” terhadap Amerika Serikat.

“Dengan orang-orang Palestina tidak lagi mau berbicara damai, mengapa kita harus melakukan pembayaran masa depan yang besar-besaran ini kepada mereka?” Trump bertanya.

Baca Juga  Hamas Siap Berdialog dengan Fatah untuk Melangkah Menuju Persatuan Palestina

Analis telah memperingatkan bahwa jika pemimpin A.S menjalankan ancaman dan penarikan bantuan mencakup dana yang dialokasikan untuk UNRWA, akan ada tekanan besar pada PA untuk menanggung biaya tersebut. (*)

Komentar

Berita Terbaru