oleh

Ustadz Alfian Tanjung Ditahan

PENANEGERI, Jakarta – Seorang penceramah Agama yang juga Dosen, yakni Ustadz Alfian Tanjung ditahan pihak yang berwajib terkait tudingannya yang mengkaitkan beberapa orang ternama kini sebagai kader PKI (Partai Komunis Indonesia).

Alfian diduga melakukan fitnah dan pencemaran nama baik .

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, Alfian ditahan sejak Selasa (30/5).

“Yang bersangkutan ditahan sejak hari ini, Selasa (30/5),” ujar Martinus.

Alfian dilaporkan oleh seorang warga Surabaya, Jawa Timur, bernama Sujatmiko lantaran materi ceramah di Masjid Mujahidin, Surabaya.

Alfian sebelumnya juga sempat bermasalah dengan sejumlah pihak dengan mengaitkannya dengan PKI. Dalam rekaman video pada  Sabtu, 1 Oktober 2016, sekitar pukul 20.00 malam, di Masjid Jami’ Said Tanah Abang, Alfian Tanjung menyatakan bahwa sejumlah orang yang dia tuduh PKI sudah menguasai Istana.

Adapun pernyataan Alfian yang diunggah di laman Youtube dengan judul “Alfian Tanjung: Istana Negara Jadi Sarang PKI Sejak Mei 2016” pada Desember 2016 dengan durasi 0:45 detik. Dalam video itu Alfian menyebut sederet nama termasuk Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki sebagai kader PKI.

Alfian  kemudian juga dilaporkan ke pihak yang berwajib oleh Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki karena menyebut Teten adalah kader PKI.

Alfian juga mengatakan bahwa gedung Kantor Staf Presiden yang terletak di Gedung Binagraha, Kompleks Istana Presiden, sering dijadikan tempat rapat PKI oleh Teten dan kawan-kawannya.

Kombes Martinus mengatakan, penahanan Alfian merupakan pertimbangan penyidik dalam hal ini pihak Kepolisian.

“Penahanan sudah sesuai dengan ketentuan undang-undang,” kata Martinus.

Selain itu, Alfian juga dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena menyebut kader PDI-P dan orang dekat Presiden Joko Widodo adalah PKI.

Dalam akun Twitternya, Alfian menulis bahwa sebanyak 85 persen kader PDI-P merupakan kader PKI.

Akibatnya, semua pihak yang ditudingnya ini marah karena merasa difitnah oleh Ustadz Alfian. Ustadz Alfian pun kemudian dilaporkan ke pihak yang berwajib, hingga berbuntut penahanan Ustadz Alfian.

Ustadz Alfian dijerat hukum atas dugaan penyebaran informasi sesat yang dikhawatirkan menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Direktorat Tindak Pidana Umum (Tipidum) Bareskrim Polri kemudian menahan Alfian Tanjung, Selasa dini hari (30/5) setelah memeriksa sejak Senin (29/5).

Ustadz Alfian juga dijerat tuduhan, dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang bertujuan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan golongan (SARA). (*)

Komentar

Berita Terbaru