oleh

Ustadz Yusuf Mansyur Dilaporkan ke Polda Jatim

PENANEGERI, Surabaya- Ustadz terkenal Yusuf Mansyur alias Jam’an Nur Chotib Mansur telah dilaporkan ke Polda Jawa Timur, Kamis (15/6), oleh empat warga Surabaya, yang juga nasabah program investasi yang dikembangkannya.

Laporan yang telah masuk ke Kepolisian Polda Jatim itu bernomor 742/VI/2017/UMJATIM atas nama terlapor Jam’an Nur Chotib Mansur alias Yusuf Mansur.

Laporan tersebut disampaikan kuasa hukum mereka Sudarso Arief Bakuama SH, dan diterima di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim dengan nomor laporan 742/VI/2017/UMJATIM.

“Yusuf Mansur kami laporkan perkara dugaan penipuan program investasi Condotel Moya Vidi tahun 2013 lalu,” kata Sudarso kepada wartawan.

Empat mantan nasabah itu melaporkan Yusuf Mansur di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim, melalui Sudarso Arief Bakuama, kuasanya.

Ustadz Yusuf Mansyur atau Jam’an Nur Chotib Mansur, warga Kampung Ketapang, RT 1 RW 5, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Cipondoh, Tangerang, ini dilaporkan empat warga dari Surabaya terkait investasi Condotel Moya Vidi di Yogyakarta yang dinilai bermasalah.

“Korban sudah mulai bermunculan. Di Surabaya baru empat yang mengkuasakan pada kami untuk mempolisikan masalah ini,” ujar kuasa hukum para korban Sudarso Arief Bakuma SH di Mapolda Jatim, Kamis (15/6).

Sudarso mengatakan, program investasi milik Yusuf Mansur beraneka macam. Rata-rata yang melaporkan di Surabaya memiliki minimal tiga sertifikat. Tiap sertifikat itu bernilai Rp.2,75 juta.

“Yang saya tahu, investasinya itu ada yang berbentuk investasi usaha patungan, patungan aset, investasi konsisten dan ada juga investasi haji dan umroh,” ucapnya.

Ia menerangkan Ustaz Yusuf Mansur membuat program investasi kondotel yang ada di Yogyakarta. Juga beragam macam investasi yang ditawarkan kepada jemaahnya atau investor.

Para pelapor di Surabaya ini rata-rata memiliki tiga sertifikat. Setiap sertifikat memiliki nilai Rp 2,75 juta. “Tapi sampai sekarang investasi yang ditawarkannya itu tidak jelas,” tuturnya.

Empat mantan nasabah itu melaporkan Yusuf Mansur di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim, melalui Sudarso Arief Bakuama SH, kuasanya.

Karena tidak ada kejelasan tentang investasi tersebut, yang berjalan mulai 2012, korban dari Surabaya melaporkan kasus itu ke Polda Jatim. Laporan tersebut sesuai dengan tanda bukti lapor nomor LP/742/VI/2017/UM/SPKT Polda Jatim, Kamis 15 Juni 2017, yang kemudian menarik perhatian luas insan pers yang meliput peristiwa ini.

Atas laporan ke Polda Jatim ini, Ustadz Yusuf Mansyur berkomentar singkat dalam akun instagramnya ;”saya dilaporkan ke Polda Jatim. alhamdulillaah”. (*)

Komentar

Berita Terbaru