oleh

Vandoorne : Masa Sulit Membuat Saya Lebih Baik

PENANEGERI, Formula 1 – Stoffel Vandoorne mengatakan bahwa masa-masa sulit yang dihadapinya bersama McLaren-Honda telah membuatnya menjadi pembalap Formula 1 yang lebih kuat.

Setelah mencetak poin pertama pada debutnya untuk McLaren di Grand Prix Bahrain 2016, saat ia masuk menggantikan Fernando Alonso, pembalap asal Belgia itu berharap bisa mencapai situasi reguler untuk tahun ini.

Honda datang dengan kekuatan dan mesin yang tidak dapat diandalkan, meskipun Vandoorne juga menghadapi masa di mana dia berjuang untuk mendapatkan hasil maksimal dari sasis mobil tersebut.

Tapi kemajuan dari Honda terkait mesin, memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai apa yang dia butuhkan dari persiapan mobilnya, telah membantu Vandoorne mengangkat penampilannya dan dia mencapai finish ketujuh di Grand Prix Singapura.

Merefleksikan kemajuan dalam tahun ini, Vandoorne mengakui bahwa dia benar-benar telah belajar lebih banyak tentang dirinya dan bagaimana cara beradaptasi dengan mobil karena masa-masa sulit di awal tahun ini.

“Ini adalah pertama kalinya dalam karir saya, saya mengalami masa-masa sulit. Di semua seri junior sebelumnya, biasanya saya memenangkan podium sepanjang waktu. Dan tentu saja sesekali Anda memiliki balapan yang lebih sulit,” kata Vandoorne dilansir laman Motorsport, Sabtu (30/9).

Baca Juga  McLaren Pertahankan Vandoorne Musim Depan

“Tapi saya tidak pernah benar-benar mengalami hal ini di mana Anda tidak cukup kompetitif untuk memperjuangkan hasilnya, dengan cara membuat saya jauh lebih kuat, dengan fokus pada detail yang berbeda. Dan bekerja sama dengan Fernando, tentunya menambahkan perubahan pad asikap saya terhadap balapan. Ini bukan situasi yang saya inginkan, tapi kapan saatnya pasti akan berbalik dan kapan kami harus  kompetitif, benar-benar membantu perkembangan saya,” tambahnya.

Vandoorne mengatakan kurangnya jarak tempuh sejak awal karena kondisi mesin Honda menjadi salah satu gangguan, karena hal tersebut membantasi kekuatan mobilnya dan menjadi lebih sulit untuk menciptakan persaingan.

“Hilangnya jarak tempuh seharusnya bisa menambah interaksi dengan para insinyur. Ternyata, gaya mengemudi saya sangat berbeda dengan Fernando, jadi saya memerlukan beberapa hal yang berbeda dengan mobil ini. Akhir-akhir ini semuanya telah berjalan lebih baik dalam persiapan mobil. Juga, saya menyesuaikan diri dengan beberapa hal menjadi lebih baik,” lanjut Vandoorne.

“Hanya saja, seluruh hubungan dengan tim dan usaha yang saya berikan telah sangat membantu banyak orang untuk saling memahami dan menerjemahkannya ke dalam hasil terakhir,” tandasnya.

Komentar

Berita Terbaru