oleh

Viral dan Heboh Konten Porno GIF di WhatsApp

PENANEGERI, Techno – Seminggu terakhir ini para netizen dihebohkan dengan adanya konten bernuansa porno pada fitur GIF yang ada di sebelah fitur emoticon dalam aplikasi WhatsApp.

Pengguna bisa menemukan fitur pencarian yang ada di dalam fitur GIF di sebelah fitur emoticon untuk mengakses gambar atau video singkat GIF  dengan mengetik kata kunci pencarian yang menjurus ke pornografi.

Jadi sebenarnya, memang terserah pada pengguna hendak mengakses dengan kata kunci bernuansa porno atau tidak.

Namun, karena telah keburu heboh dengan adannya konten porno ini viral dari grup ke grup percakapan pengguna WhatsApp.

Atas keluhan dan laporan pengaduan masyarakat terkait konten mengandung pornografi di aplikasi WhatsApp ini, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara telah meminta pada WhatsApp atau Facebook menghapus konten pornografi dalam format GIF.

Menteri Rudiantara menuturkan bahwa permintaan ini tengah diurus atau diproses, baik ke Facebook selaku induk perusahaan maupun langsung ke WhatsApp, Minggu (5/11).

Menkominfo Rudiantara mengharapkan pihak Facebook maupun WhatsApp dapat bertindak cepat untuk menyaring dan menghapus konten di layanan pesan instan dengan pengguna 1,2 miliar di seluruh dunia tersebut.

Baca Juga  Tahun 2018 WhatsApp Akan berhenti Beroperasi di Beberapa Sistem Operasi Ponsel

“Saat ini tim internal Kemkominfo sedang mengurusnya dengan Facebook sebagai perusahaan dan WhatsApp sebagai aplikasi. Kami meminta WhatsApp segera melakukan filtering di wilayah Indonesia,” tuturnya.

Laporan masyarakat itu bersumber dari ramai beredar kabar kalau dengan melakukan pencarian di WhatsApp dengan cara tertentu yakni mengetik kata kunci yang menjurus ke porno, maka dapat menemukan gambar bergerak berbentuk GIF yang  bernuansa ‘dewasa’.

Hanya saja, sebenarnya bagi para pengguna smart phone (ponsel pintar) dengan mengetikkan kata kunci berbau porno juga bisa ditemukan di mesin pencari di mana saja di  web internet sejagat ini, juga di web-web layanan video gratis.

Namun karena sudah terlanjur heboh, maka jadilah viral pada masyarakat netizen pengguna smart phone. Sejumlah pengguna  yang memviralkan via grup ke grup bahkan ramai-ramai mengajak pengguna lain untuk memberikan komentar pada aplikasi tersebut (*)

Komentar

Berita Terbaru