oleh

Viral, Turis Inggris Tampar Petugas Imigrasi

PENANEGERI, Bali – Seorang turis warga negara Inggris keturunan Asia berinisial AT (42) nekat menampar petugas imigrasi di Bandara Ngurah Rai, Bali. Penamparan itu terjadi lantaran petugas tak mengizinkan AT terbang ke Singapura, hal ini karena turis perempuan berinisial AT itu diketahui overstay atau melebihi izin tinggal di Indonesia.

Kepala Bagian Humas Imigrasi Agung Sampurno menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (28/7) lalu. Saat melalui pemeriksaan keimigrasian di counter Imigrasi bandara, AT kedapatan melebihi izin tinggal (overstay).

Saat petugas mengetahui hal itu, AT langsung berubah jadi emosional. Bahkan saat petugas mencoba menjelaskannya di kantor Keimigrasian, dia justru menampar petugas.

“Yang bersangkutan emosi, kemudian melakukan kegiatan penamparan kepada petugas. Dari awal ketika terdeteksi overstay di counter di luar memang sudah emosional dia,” tutur Agung saat dikonfirmasi, Selasa (31/7).

“Agar tidak mengganggu penumpang yang lain, mengganggu antrean yang ada, maka ditarik ke dalam, diberi penjelasan, tapi yang terjadi malah seperti itu,” jelasnya.

Saat ini AT tidak ditahan dan masih ada di Bali. Selama dia tak membayar denda yang diwajibkan, maka dia tak bisa kembali lagi ke Inggris.

Izin tinggal AT telah berakhir sejak 18 Februari 2018 lalu. Diketahui setiap orang asing yang overstay akan dikenai denda US$ 25 per hari.

Saat ini AT tidak ditahan dan masih ada di Bali. Selama dia tak membayar denda yang diwajibkan, maka dia tak bisa kembali lagi ke Inggris.

“Jadi sekarang yang bersangkutan tidak bisa diberangkatkan, tidak bisa pulang, karena pelanggarannya harus diproses dulu, berupa pembayaran denda,” ujar Agung.

“Secara administrasi yang bersangkutan berkeberatan dengan tindakan keimigrasian yang ada, tapi secara ketentuan setiap turis yang overstay harus membayar denda. Hanya saja dia tidak perlu ditahan, atas perbuatan penamparannya, itu hal lain, itu menjadi concern petugas, apakah sebagai pribadi mau melaporkan atau tidak,” tuturnya. (*)

 

 

Komentar

Berita Terbaru