oleh

Vladimir Putin Ingatkan krisis Teluk bisa Membahayakan Upaya Perdamaian Suriah

PENANEGERI, DeskInternasional- Dalam percakapan via telepon dengan Raja Saudi, pemimpin Rusia Vladimir Putin memperingatkan bahwa tindakan anti-Qatar, akan membahayakan upaya perdamaian di Suriah (Syria).

Presiden Rusia Vladimir Putin telah memperingatkan Raja Arab Saudi bahwa blokade terhadap negara Qatar oleh negara-negara tetangga akan membuat lebih sulit untuk mencapai akhir yang damai (perdamaian) untuk perang di Suriah.

Seruan tersebut disampaikan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kremlin pada hari Selasa (13/6), seperti dilansir kantor berita Aljazeera, setelah lebih dari seminggu lamanya Kerajaan Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dan menutup perbatasan darat laut dan udara mereka untuk negara Qatar.

Setelah rombongan negara tetangga Qatar menuduhnya mendukung “ekstremis” dan Iran. Berulangkali pula pihak Qatar menyatakan tuduhan itu “tidak berdasar”.

Qatar juga telah menyewa firma hukum untuk melawan tuduhan terorisme yang dialamatkan pada Qatar oleh negara-negara yang memblokade Qatar.

Putin dan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud “Membahas situasi yang parah terhadap Qatar, yang sayangnya tidak membantu mengkonsolidasikan usaha bersama dalam menyelesaikan konflik di Suriah dan melawan ancaman teroris,” kata pihak Kremlin seperti dilansir kantor berita Aljazeera.

Baca Juga  MUI Sarankan Dialog untuk Selesaikan Krisis Diplomatik Qatar

Konflik  Suriah (Syria)

Rusia terlibat dalam konflik Suriah, dan memberikan dukungan militer kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Sedangkan Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya cenderung mendukung pemberontak Syria yang ingin melihat Assad dilengserkan dari tampuk kekuasaan.

Konflik Suriah dimulai pada tahun 2011 dengan demonstrasi anti-pemerintah yang damai. Lebih dari 465.000 warga Suriah tewas dalam pertempuran tersebut dan lebih dari 12 juta orang Syria – setengah dari populasi pra-perang negara tersebut – telah mengungsi dari rumah mereka.

Pada hari Selasa (13/6), pihak Kremlin juga mengatakan bahwa Putin dan Salman juga mendiskusikan pengembangan hubungan di berbagai bidang dan menyatakan keinginan untuk “mengaktifkan kerja sama bilateral”.

Akhir bulan Mei 2017 lalu, Putin bertemu dengan Wakil Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman di ibukota Rusia, Moskow, untuk pembicaraan mengenai konflik Suriah dan juga pengurangan produksi minyak. (*)

Komentar

Berita Terbaru