oleh

Walikota Pasuruan Tertangkap OTT KPK

PENANEGERI, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Wali Kota Pasuruan Setiyono dalam OTT (operasi tangkap tangan) di Pasuruan, Jawa Timur. Lima orang lainnya juga turut ditangkap di Pasuruan pada hari Kamis, 4 Oktober 2018.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera, membenarkan informasi tersebut. Kombes Frans Barung mengatakan KPK tengah memeriksa Wali Kota Pasuruan Setiyono.

“Informasi itu benar. Jadi saat ini KPK sedang memeriksa terhadap Wali Kota Pasuruan di salah satu ruangan di Polres Pasuruan. ” kata Kombes Frans Barung

Sementara itu, juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan bahwa mereka yang ditangkap di Pasuruan, di antaranya adalah kepala daerah, pejabat setempat, dan pihak swasta.

“Kami konfirmasi ada kegiatan penindakan di daerah Jawa Timur, khususnya Pasuruan. Ini tindak lanjut dari informasi yang kami terima bahwa akan ada transaksi yang melibatkan penyelenggara negara dan pihak swasta di sana,” ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Kamis (4/10/2018).

“Ada kepala daerah, pejabat setempat dan pihak swasta yang sedang dimintakan keterangan lebih lanjut,” tambah Febri Diansyah.

Namun Febri Diansyah meminta waktu untuk membeberkan identitas keenam orang itu setelah proses pemeriksaan selesai.

“Untuk nama dan keterangan lebih lanjut belum bisa disampaikan saat ini. Selengkapnya akan diumumkan saat konferensi pers,” ujarnya.

Sementara itu, ruangan yang disegel antara lain salah satu ruangan kantor Badan Layanan Pengadaan (BLP), ruangan bagian hukum Pemkot Pasuruan, dan ruangan Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan. Selain itu, ruangan walikota Pasuruan Setiyono juga disegel KPK.

Mereka yang ditangkap KPK itu saat ini masih berstatus saksi. KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk melakukan pemeriksaan intensif sebelum menentukan status hukum mereka yang terjerat OTT.

Kasus ini diduga terjadi transaksi pemberian pada penyelenggara negara di sana, sehingga ditangkap sekitar enam orang, sejumlah uang, dan barang bukti perbankan.

“Informasi dari tim, jumlah uang sedang dihitung. Pemberian tersebut diindikasikan terkait dengan proyek yang dianggarkan tahun 2018 ini,” katanya. (*)

Komentar

Berita Terbaru