oleh

Wapres Jusuf Kalla Resmikan Fasilitas Baru Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

PENANEGERI- Banda Aceh- Wakil Presiden Jusuf Kalla meresmikan renovasi yang makin memperindah tampilan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, yang kini dilengkapi payung elektrik.

Peresmian dilakukan secara simbolis sekitar pukul 11.00 WIB, Wapres Jusuf Kall didampingi Gubernur Aceh  Zaini Abdullah, kemudian naik ke panggung dan memukul tambo.

Sebelumnya, kapasitas Masjid Raya Baiturrahman hanya mampu menampung 9 ribu jamaah, dan kini setelah dilengkapi dengan 12 payung elektrik daya tampung masjid tersebut meningkat menjadi 24 ribu jamaah.

Pembangunan masjid Raya kebanggaan masyarakat Aceh ini memakan waktu hampir dua tahun, sejak dimulainya pembangunan pada akhir Juli 2015 lalu.

Akhirnya fasilitas baru yang ada di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh diresmikan oleh Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla.

Setelah peresmian, Wapres Jusuf Kalla ditemani Gubernur Zaini melihat-lihat tampilan dan fasilitas baru masjid Baiturrahman baik di lantai dasar atau pun di bawah payung elektrik.

Wapres, Jusuf Kalla mengatakan, Masjid Baiturrahman merupakan ikon masjid Indonesia secara keseluruhan. Karena itu, Wapres berharap agar nantinya masjid kebanggaan masyarakat Aceh itu, bisa menjadi tempat yang makmur dan juga bisa memakmurkan rakyat Aceh.

“Kemakmuran masjid harus sejalan dengan pembangunan. Ibadah ramai dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Jusuf Kalla. Wapres melanjutkan, masjid merupakan menjadi lambang peradaban masyarakat Aceh.

Wapres Jusuf Kalla juga mengajak seluruh masyarakat berkaca pada kehidupan Islam di berbagai belahan dunia yang dirudung masalah. Ia berharap, masyarakat Aceh harus senantiasa menjaga kedamaian, kesatuan dengan mempererat silaturahmi dari masjid.

Masjid Raya Baiturrahman merupakan masjid bersejarah yang menjadi ikon bagi Aceh sekaligus sebagai simbol peradaban Islam di Tanah Rencong dalam menjalankan misi perjuangan dan penyebaran Islam di tanah air.

Saat tsunami melanda Aceh pada tahun 2004, masjid ini juga menjadi saksi sejarah tempat warga menyelamatkan diri.

“Dengan latar belakang sejarah itu, wajar kalau keberadaan masjid ini mengundang banyak perhatian masyarakat Indonesia dan internasional, yang ingin mengetahui sejarah peradaban Islam di Aceh maupun perkembangan Islam di nusantara,” ucap Zaini dalam sambutannya saat peresmian Masjid Baiturrahman.

Untuk diketahui, renovasi pembangunan landscape dan fasilitas infrastruktur baru di Masjid Raya Baiturrahman ini mulai dari tempat parkir bawah tanah, tempat wudhu hingga pemasangan 12 payung elektrik itu telah dikerjakan sejak tahun 2015 hingga Mei 2017. (*)

Komentar

Berita Terbaru