oleh

Waria yang Terciduk di Banda Aceh Usai Pesta Tak Bisa Dihukum Cambuk

PENANEGERI, Banda Aceh – Para waria yang terciduk dan diamankan warga serta ormas di Banda Aceh akan dibina Polisi Syariah Aceh.

Para waria sebanyak tujuh orang yang telah diamankan oleh ormas ini tidak akan dijatuhi hukuman cambuk karena tidak terbukti melakukan sodomi (liwath).

Namun para waria yang terciduk warga ini akan dilakukan pembinaan oleh pihak berwenang, dan bila nantinya tidak mengindahkan peringatan bisa dikenakan pasal 11 ayat 3  Perda Aceh Nomor 5 Tahun 2000.

“Mereka akan dilakukan pembinaan. Kita suruh buat pernyataan kalau nanti tidak diindahkan maka akan kita kenakan pasal 11 ayat 3 Perda Nomor 5 tahun 2000,” kata Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP dan Polisi Syariat Aceh, Marzuki kepada wartawan, Senin (18/12).

Dalam Pasal 11 ayat 3, Perda Aceh nomor 5 tahun 2000 yang berbunyi, “Setiap orang atau badan hukum yang berdomisili di Daerah berkewajiban untuk menjaga dan menaati nilai-nilai kesopanan, kelayakan, dan kepatutan dalam pergaulan hidupnya.”

Sebelumnya diberitakan oleh Penanegeri.com bahwa enam orang waria terciduk diamankan oleh warga serta ormas di kawasan Simpang Surabaya, Banda Aceh, kemudian ada informasi lagi, satu orang diamankan polisi syariah di kawasan Simpang Lima Banda Aceh.

Baca Juga  Selain Aceh, Ada juga Negara yang Melarang Dirayakan Tahun Baru dengan Hura-hura

Sebelum mengamankan ketujuh waria ini, warga serta ormas sempat mendatangi hotel tempat acara digelar.

Ketujuh waria ini selanjutnya diboyong ke kantor polisi Syariah Aceh untuk menjalani pemeriksaan. Mereka akan mendekam ditahanan selama 1 x 24 jam.

“(Yang diamankan) waria semua (mereka). Ada tujuh orang yang kita amankan dari dua lokasi,” jelas Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP dan Polisi Syariat Aceh, Marzuki.

Pada pasal 11 ayat 3 Perda Nomor 5 tahun 2000 menyebutkan:

“Setiap orang atau badan hukum yang berdomisili di Aceh wajib menjaga nilai kesopanan, kelayakan, kepatutan dengan ancaman pasal 19 ayat 1 kurungan selama 3 bulan atau denda 2 juta.”

Menurut Marzuki, ketujuh waria ini tidak dapat dijerat dengan Qanun Syariat Islam. Hal ini karena dalam qanun tersebut hanya dapat dijerat perbuatan mereka seperti liwath (sodomi). Namun saat mereka diciduk warga, tidak ada pasal yang mereka langgar.

“Di dalam qanun syariat tidak ada (pasal) yang menjerat mereka, karena disana diatur lebih kepada perbuatan kalau mereka melakukan liwath ada bukti maka bisa kita kenakan dengan qanun syariah,” jelas Marzuki kepada wartawan.

Baca Juga  Telat Hadir, Tiga Anggota DPRK Aceh Tamiang Dilarang Masuk

Usai pesta digelar pada Sabtu (16/12) sekitar pukul 23.00 WIB, para waria ini membubarkan diri, hingga tujuh orang diantaranya akhirnya berhasil diamankan warga dan ormas.

Waria yang terciduk dan diamankan oleh warga serta ormas, juga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayatul Hisbah Aceh (WH) ini akan diberikan pembinaan. (*)

Komentar

Berita Terbaru