oleh

Wartawan Dilarang Ambil Gambar Momen “Boh Oen Gaca”

-Aceh-41 views

PENANEGERI, Lhokseumawe – Sejumlah wartawan di Lhokseumawe tidak diperkenankan meliput kegiatan lomba “Boh Oen Gaca” (hias inai) pada acara Lhokseumawe Traditional Culture Festival 2018 yang diselenggarakan pihak Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Lhokseumawe.

Perilaku tidak menyenangkan itu terjadi pada Minggu (14/10) di lapangan Meunasah Blang Kandang, Kecamatan Muara Dua.

Salah seorang Koordinator Panitia Boh Oen Gaca, Maulidah, mencegat dan mengusir beberapa wartawan yang baru naik ke atas panggung utama tempat proses lomba berlangsung.

“Turun dulu dan tunggu di bawah panggung. Walaupun wartawan tetap tidak boleh mengambil foto, para peserta lagi proses Boh Oen Gaca (hias inai) di tangan dan di kaki. Karena tampak aurat tidak boleh di foto dulu. Nanti kita berikan waktu 5 menit foto ketika sudah selesai tahap penjurian, tolong hargai kami,” kata Maulidah.

Para awak media yang turut mendapat perlakuan tidak etis, itu mengatakan kecewa terhadap perilaku arogansi panitia tersebut.

Salah seorang jurnalis, Rahmat Mirza mengatakan, saat kejadian ia sudah mencoba menjelaskan ingin memotret bagian motif inai pada tangan model. Tapi permintaannya tidak diindahkan oleh koordinator panitia Maulidah.

Baca Juga  Polres Lhokseumawe Tangkap Pemilik Sabu 3 Kg Dalam Bus

“Saya juga sudah melaporkan kepada pihak panitia di lapangan, Bang Joel Pase selaku panitia dari pihak dinas porapar Lhoksemawe. Bang Joel Pase sudah mencoba menjelaskan kepada ibu Maulidah itu, tapi dia tetap tidak memberi izin, malah mengatakan liputan saya ini bisnis,” ucapnya kesal.

Menanggapi hal itu, Kadisporapar Lhoksemawe Zulkifli menyampaikan permohonan maaf atas kejadian menimpa beberapa rekan media yang diusir keluar panggung oleh Maulidah, koordinator panitia Boh Oen Gaca.

“Ini merupakan kesalahan dalam komunikasi. Saya sebagai penanggung jawab meminta maaf kepada rekan-rekan media atas perilaku Maulidah atau ibuk Moi yang kurang menghargai wartawan. Kita akan diskualifikasi keikutsertaannya sebagai panitia pada event seterusnya,” tegas Zulkifli di hadapan wartawan.

Maulidah, yang hadir juga di acara temu pers itu, mengatakan dirinya hanya menjalankan peraturan. Dia mengaku tidak mengetahui bagaimana tata cara awak media dalam liputan karena tidak ada konfirmasi pihak media dalam mengambil gambar. Seharusnya, kata Maulidah, wartawan konfirmasi kepada panitia sebelum acara diadakan.

“Sebelum acara kenapa gak konfirmasi dulu jauh-jauh hari, kasih waktu sekian menit untuk ambil dokumentasi,” kata Maulidah.

Baca Juga  Dendang Anak Malaysia Meriahkan Panggung ACIRAF 2018

Dikesempatan yang sama, Ketua Advokasi AJI Lhokseumawe Khaidir menyesalkan sikap Koordinator Panitia Boh Oen Gaca yang melarang awak media mengambil gambar lomba hiasan boh oen gaca.

“Saya kira reaksi mereka terlalu berlebihan. Kalau memang tidak boleh di foto, jangan buat lomba di arena terbuka, buat saja di ruang tertutup,” ucap Khaidir.

Dikatakannya, hal ini dianggap sebagai bentuk pelanggaran Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pada Pasal 4 UU 40/1999 disebutkan bahwa negara menjamin kemerdekaan pers, dan pers nasional mempunyai hak untuk mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Komentar

Berita Terbaru