oleh

Wartawan Prancis dan Kurdi Tewas dalam Ledakan di Mosul

PENANEGERI, Desk Internasional- Ledakan ranjau darat di kota Mosul Irak yang tengah dilanda perang antara kelompok teror ISIS melawan tentara koalisi Irak, menewaskan reporter Kurdi bernama Bakhtiyar Addad dan wartawan Prancis, Stephan Villeneuve.

Sebuah ledakan ranjau darat di kota Irak Mosul telah menewaskan satu orang Kurdi dan satu wartawan Prancis, bersamaan dengan gerak maju pasukan Irak lebih dalam ke wilayah-wilayah terakhir yang masih diduduki oleh kelompok teror ISIL/ISIS.

Wartawan Kurdi Bakhtiyar Addad, yang bekerja dengan tim Prancis sebagai juru bahasa, tewas dalam ledakan hari Senin (18/6), menurut penyiar televisi France Television dan wartawan global Reporters Without Borders.

Wartawan Prancis Stephan Villeneuve dan dua wartawan Prancis lainnya juga terluka dalam ledakan tersebut. Villeneuve kemudian meninggal akibat luka-lukanya, demikian penyiar televisi France Television mengatakan pada dini hari Selasa (20/6).

“Manajemen dan staf di France Television bersimpati untuk pasangan mendiang Stephan Villeneuve, Sophie, keempat anaknya, keluarganya dan semua orang yang dekat dengannya. Kami mengucapkan belasungkawa yang paling tulus,” kata kepala departemen berita tersebut dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga  ISIS Dipukul Mundur dari Reruntuhan Masjid Agung Al-Nuri Mosul

Mengomentari kematian Addad, The Metro Center for Journalists Rights and Advocacy (Pusat Metro untuk Hak Wartawan dan Advokasi) mengatakan bahwa “satu jurnalis lagi menjadi korban penyebaran kebenaran”.

Addad  sendiri telah terluka tiga kali sebelumnya saat ia meliput perang di Mosul.

Seorang jurnalis video yang telah meliput sejumlah konflik di seluruh dunia, yakni Stephan Villeneuve sedang syuting bersama Veronique Robert dalam meliput pertempuran Mosul untuk program berita Prancis Envoye Special, ditayangkan di saluran televisi publik Prancis 2.

Mereka berdua dibawa ke sebuah rumah sakit di sebuah pangkalan militer AS setelah ledakan tersebut.

Reporter Samuel Forey, yang bekerja untuk sejumlah organisasi media Prancis termasuk harian Prancis Le Figaro, juga menderita luka ringan.

“Saya sangat sedih untuk Bakhtiyar dan rekan-rekan saya, saya meminta Anda untuk tidak menghubungi saya selama beberapa hari,” tulisnya di Twitter.

Para wartawan tersebut menyertai pasukan khusus Irak dalam pertempuran untuk merebut kembali Mosul dari ISIL, di mana lebih dari 100.000 warga sipil digunakan sebagai “tameng manusia” oleh pejuang kelompok tersebut, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Baca Juga  Jelang Idul Fitri Bom Bunuh Diri Hantam Distrik Perbelanjaan Kota Mosul

Pada bulan Februari, koresponden Rudaw Shifa Gardi, 30, tewas dalam ledakan bom pinggir jalan saat meliput bentrokan antara pasukan pemerintah Irak dan ISIL di Mosul. (*)

Komentar

Berita Terbaru