oleh

Waspadai ISIS 2.0

PENANEGERI, Desk Internasional- Letnan Jenderal Stephen Townsend selaku komandan senior pasukan koalisi AS di Irak yang membantu pemerintah Irak untuk berhasil membebaskan Mosul, mengatakan bahwa masih ada  petempur ISIS di Irak yang patut diwaspadai. Letjen Townsend menyebutnya sebagai ISIS 2.0.

Istilah 2.0 ini untuk merujuk pada : generasi kedua, atau adanya kelompok ISIS lanjutan (2.0).

Komandan senior AS di Irak ini telah memperingatkan bahwa perang melawan negara Islam yang disebut (IS) belum berakhir, meski ada sebuah kemenangan “bersejarah” di Mosul.

Letnan Jenderal Stephen Townsend mengatakan bahwa masih ada pejuang IS di Irak.

Dia mengatakan bahwa pemerintah harus menjangkau minoritas Muslim Sunni Irak untuk menghentikan IS agar tidak memperbaharui diri.

“Jika kita ingin menjaga … dari kemunculan ISIS 2.0  pemerintah Irak harus melakukan sesuatu yang cukup berbeda secara signifikan,” katanya.

“Mereka harus menjangkau dan berdamai dengan penduduk Sunni, dan membuat mereka merasa seperti pemerintahan mereka di Baghdad mewakili mereka,” jelas Letjen Townsend.

Baca Juga  Idul Fitri 1438 H, Idul Fitri pertama di Mosul Tanpa Teror ISIS

PM Irak Haider al-Abadi telah membuat deklarasi kemenangan Irak dan Koalisi AS yang telah mengelahkan Kelompok ISIS di Mosul, Senin (10/7).

Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi telah secara resmi mengumumkan kemenangan atas ISIS di Mosul, setelah pertempuran hebat hampir sembilan bulan yang menyebabkan daerah-daerah yang luas tinggal reruntuhan, menewaskan ribuan warga sipil dan mengungsikan lebih dari 920.000 orang warga sipil lainnya.

PM Abadi juga terlihat melambai-lambaikan bendera nasional Irak bersama para tentara pemerintah Irak setelah mengumumkan “jatuhnya kehalifahan ISIS”.

Komandan dari koalisi pimpinan AS yang telah memberikan dukungan udara dan darat kepada pasukan Irak mengatakan pertempuran perkotaan itu telah berlangsung paling ketat sejak Perang Dunia Kedua.

“Saya mengumumkan dari sini akhir dan kegagalan dan runtuhnya negara teroris (ISIS) dengan kepalsuan dan terorisme, yang diumumkan oleh Daesh (ISIS) dari Mosul,” kata PM Abadi.

Atas kemenangan pasukan Koalisi di Mosul,  Presiden AS Donald Trump mengirim ucapan selamatnya kepada PM Irak, dengan mengatakan bahwa Mosul telah “dibebaskan dari mimpi buruknya yang panjang di bawah peraturan ISIS”.

Baca Juga  Kota Mosul Hancur Setelah Perang Berkepanjangan

Koalisi pimpinan AS mengkonfirmasi bahwa sementara wilayah Kota Tua masih harus dibersihkan dari alat peledak dan kemungkinan pejuang ISIS yang masih bersembunyi,

Perwira militer Irak percaya bahwa hanya tinggal beberapa lusin orang militan ISIS yang ditinggalkan bersama istri dan anak-anak mereka, yang mereka katakan digunakan sebagai perisai manusia.

Tembakan dan ledakan terdengar dari daerah tersebut pada hari Senin (10/7).

Kota Mosul dan sekitarnya terutama Kota Tua Mosul telah hancur oleh pertempuran tersebut, dengan PBB memperkirakan bahwa lebih dari 5.000 bangunan telah rusak hancur di Mosul yang kini tinggal puing-puing reruntuhannya. (*)

Komentar

Berita Terbaru