oleh

WH Gelar Razia Busana di Pajak Langsa

-Aceh-191 views

PENANEGERI, Langsa – Petugas Dinas Syariat Islam Kota Langsa dan Polisi Wilayatul Hisbah (WH), kembali menggelar razia penertiban busana di jalan menuju pajak ikan Langsa, Selasa (18/9) sekitar pukul 09.00 WIB.

“Dalam kegiatan razia, ada 22 orang perempuan bercelana ketat dan 5 orang perempuan tak berjilbab terjaring,” sebut Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa Drs H Ibrahim Latif, MM, kepada Penanegeri.com, Selasa (18/9).

Ia menegaskan, pihaknya terus menggencarkan razia penertiban busana di kawasan jalan menuju pajak ikan Langsa, karena pantauan kita dan laporan masyarakat, bahwa banyak ibu- ibu di kawasan jalan menuju pajak ikan yang tidak menggunakan pakaian yang Islami, maka dari itu kita tugaskan petugas Wilayatul Hisbah untuk menggelar razia dikawasan tersebut.

Ibrahim Latif menambahkan, selain menggelar razia, petugas juga  mendatangi ibu-ibu di pasar yang sedang berbelanja, petugas menegur dan memberi peringatan kepada mereka ibu ibu yang terbuka aurat atau yang tidak menggunakan jilbab.

“Memang ada yang marah kepada petugas, dan ada juga yang menerimanya dengan mengucapkan terimakasih atas teguran atau nasehat yang diberikan petugas, ” beber Ibrahim Latif.

Baca Juga  Gampong Pondok Kemuning Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan

Pihaknya terus berupaya agar semua warga muslim dapat memiliki kesadaran yang tinggi baik laki laki atau perempuan untuk berpakaian sesuai dengan perintah Allah Swt.

“Kita berharap tidak ada orang Islam yang melecehkan syariat. Kalau ada orang islam baik laki laki maupun perempuan yang sengaja keluar dari rumah memakai celana pendek bagi yang laki laki berarti dia telah melecehkan syariat, begitu juga yang perempuan sengaja keluar dari rumah tidak menggunakan jilbab atau memakai celana ketat, berati dia telah melecehkan syariat,” imbuhnya.

Menurutnya, melecehkan syariat atau agama bisa membuat yang bersangkutan menjadi murtad. Maka kita berharap kepada semua warga masyarakat yang muslim untuk berpakaian sesuai dengan perintah Allah SWT, yaitu pakaian yang islami menutup aurat, tidak ketat, tidak membentuk lekuk tubuh dan tidak transparan.

Yng terjaring dalam razia, lanjut Ibrahim Latif, kita bawa ke Kantor Dinas Syariat Islam dan kita lakukan pembinaan. Kita panggil pihak keluarga, membawa rok dan jilbab dan dipakaikan di tempat, lalu menanda tangani surat pernyataan di atas kertas bermaterai bahwa mereka tidak mengulangi lagi perbuatannya.

Baca Juga  Seorang Pelajar SMAN 2 Langsa Dibunuh

“Setelah itu, baru kita kita lepaskan dan kita kembalikan kepada pihak keluarga,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru