oleh

Wisata Menggetarkan Hati di Georgia

PENANEGERI, Georgia – Tak menyangka bahwa ternyata di negara kecil yang nyaris belum banyak dikenal sebagai tujuan wisata di Eropa yakni : Negara Georgia, ternyata banyak menyimpan tempat wisata yang menakjubkan.

Apalagi bagi wisatawan muslim seperti penulis dari PenaNegeri, merasa takjub bahwa ternyata terdapat Masjid Kuno yang sanggup menggetarkan hati di Georgia.

Penulis sempat singgah dan mewawancarai pengurus Masjid Juma, Kota Tbilisi, Georgia.

Keindahan serta antiknya ornamen Masjid Juma ini sungguh membuat hati PenaNegeri bergetar, antara terharu dan terus menerus mengucap rasa syukur. Interior bangunan masjid Juma yang kuno, indah dan megah membuat siapapun ummat Muslim pasti merasa tergetar dan terharu.

Mengapa?

Karena umumnya kita, apalagi wisatawan Muslim dari Indonesia tentu tak akan menyangka bisa beribadah sholat di Masjid Kuno di negara yang nyaris tak dikenal sebagai tempat Wisata di Eropa seperti negara kecil Georgia ini.

Islam di Georgia diperkenalkan pada tahun 645 Masehi ketika tentara yang dikirim oleh Khalifah kedua Islam, Khalifah Umar bin Khattab yang menaklukkan Georgia Timur dan mendirikan pusat negara Islam di Kota Tua Tbilisi.

Jumlah penganut Islam di Georgia tercatat 463.062 jiwa atau 9,9%, dari keseluruhan jumlah penduduk Georgia, dan merupakan komunitas keagamaan terbesar kedua di Georgia, setelah Kristen Ortodoks.

“Umat Islam di Georgia ada yang beraliran Suni dan ada pula yang Syiah. Kedua penganut aliran dalam Islam itu hidup saling berdampingan dan umat muslim di Georgia hanya memiliki satu-satunya Masjid yakni bernama Masjid Juma, yang berada di Kota Tbilisi,” ungkap Imam Besar Masjid Juma, Syech H Tihamas yang di temui Penanegeri.com, di Kota Tbilisi, Georgia, Selasa (4/7).

Syech H Tihamas menambahkan, setelah memisahkan diri dengan Rusia, Islam di Rusia sulit untuk dapat tempat di negara ini dikarenakan penduduk non muslim setempat sangat berperan aktif untuk menolak masuknya Islam di Georgia.

“Untunglah Georgia di bawah kepemimpinan Mikheil Saakashvili mulai memperhatikan aspirasi umat Islam,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.

Baru-baru ini, Saakashvili menyerukan agar izin pembangunan masjid di Georgia tak boleh lagi dipersulit.

Sebelumnya, umat Islam sangat sulit untuk membangun masjid, karena proses perizinannya begitu sulit.

PenaNegeri merasa bahwa kebebasan menjalankan Agama harusnya bisa diperoleh setiap insan manusia di negara manapun dia tinggal.

Termasuk di Tanah Air kita, Indonesia tercinta, karena jika kita melihat sendiri betapa ummat muslim di negara lain, terutama di negara-negara Eropa tidak memperoleh kebebasannya dalam menjalankan ibadah, maka kita pun wajib bersyukur sebagai ummat Islam yang tinggal di Indonesia, juga tak lupa untuk ber toleransi pada ummat Agama selain Islam di Nusantara kita sendiri.

Karena kebebasan menjalankan ibadah Agama masing-masing adalah Hak Asasi Manusia yang paling dasar.

Saat berada di Georgia, selain mengunjungi masjid Kuno Juma di Kota tua Tbilisi, pertimbangkanlah untuk menikmati pegunungan selama Anda berada di negara kecil Georgia ini.

Georgia memiliki pegunungan Kaukaus yang mungkin membuat negara ini menjadi salah satu tempat yang paling menakjubkan yang pernah Anda kunjungi.

Kota Tbilisi sendiri adalah Ibukota Georgia yang terletak di jantung Kaukasus, kota ini berusaha mengejar ketinggalan saat mereka masih bergabung di Uni Soviet.

Banyak fasilitas akomodasi yang mudah diperoleh bagi para wisatawan yang berkunjung ke Kota Tua Tbilisi. Terdapat beberapa hotel berbintang, restoran, Cafe serta ada pula kehidupan malam yang sangat terasa kehadirannya di pusat kota Tbilisi.

Sebagian wilayah Kota Tua Tbilisi dikelilingi benteng Narikala yang telah ada sejak abad ke 4 silam.

PenaNegeri merasa beruntung bisa berkunjung ke Kota Tbilisi, dan merasakan kedamaian yang meresap dalam saat beribadah Sholat dan Dzikir di Masjid Kuno Juma yang indah serta menggetarkan hati, di Kota Tbilisi, Georgia. (*)

Komentar

Berita Terbaru