oleh

Wisata Religi di Masjid Kowloon Hongkong

PENANEGERI, Hongkong – Bagi pemilik hobi travelling, bulan Ramadhan tak bermakna hanya sekedar berlibur (jalan-jalan). Bulan Ramadhan justru saat yang tepat berwisata religi. Berlibur sambil menikmati pemandangan alam dan tempat-tempat baru untuk mentafakuri keagungan Allah SWT.

Nah, jika ingin menikmati sensasi Ramadhan di negeri orang saat Ramadhan, Hongkong bisa menjadi alternatif. Traveler muslim tak perlu khawatir apabila mengunjungi negeri berjuluk Pearl of orient saat bulan Ramadhan, karena ada sejumlah Masjid yang tersedia di sana. Salah satunya Masjid terbesar di Hongkong yaitu Masjid Kowloon. Saat ramadhan, Masjid Kowloon ini menyediakan buka puasa bersama untuk seluruh muslim yang sedang melaksanakan ibadah puasa baik penduduk lokal maupun wisatawan.

Sekretaris komunitas muslim Hongkong, Saeed Uddin (46) kepada Penanegeri.com, Kamis (31/5) di Masjid Kowloon, jalan Nathan, Hongkong menuturkan, setiap harinya Masjid Kowloon dikunjungi lebih dari 1500 muslim dari seluruh belahan dunia yang berbuka puasa di Masjid tersebut.

“Makanan disini disediakan oleh para sukarelawan dan biaya makanannya disediakan oleh komunitas muslim di Hongkong,” ujarnya.

Waktu Imsak di Hongkong sekitar pukul 04.04 waktu setempat sedangkan waktu berbuka puasa yakni pukul 19.06 waktu setempat. Perbedaan waktu dengan Indonesia, Hongkong hanya lebih cepat sekitar satu jam. Pada bulan Mei ini, di negara Hongkong merupakan hari terakhir musim dingin, karena bulan Juni telah memasuki musim panas.

Bagi para wisatawan yang hendak berlibur ke Hongkong, sangatlah mudah untuk menuju ke Masjid Kowloon ini. Masjid ini terletak di Nathan Road di wilayah Tsim Tsa Tsui yang merupakan pusat kota Kowloon, Hongkong. Untuk sampai kesana traveler bisa menggunakan MTR (Mass Transit Railway) atau kereta cepat bawah tanah menuju Tsim Tsa Tsui dan keluar melalui pintu exit A1.

Salah seorang wisatawan asal Indonesia, M. Fahrul Razi yang ditemui Penanegeri.com di Masjid Kowloon, Jumat (1/6) mengatakan, selain puasa lebih lama di banding Indonesia, puasa di Hongkong terasa lebih berat karena suhu udara Hongkong yang panas dan kering membuat kita lebih cepat dehidrasi.

“Cuaca di Hongkong lebih panas dan kering, sehingga kita cepat merasakan haus,” tuturnya yang ditemui di sela waktu berbuka puasa.

Fahrul menambahkan, untuk makanan berbuka di Hongkong sangat berbeda dengan di Indonesia. Menu yang dihidangkangkan berupa dimsum dan bebeberapa jenis makanan khas China seperti mie.

“Di Hongkong, dimsum merupakan makanan favorit,” terangnya.

Pengalaman berpuasa di negeri minoritas Muslim ini, lanjut Fahrul, bisa menguji kemampuan dalam mengendalikan hawa nafsu.

“Semua yang biasa dijumpai di Indonesia, harus sejenak dilupakan dan beradaptasi dengan budaya di Hongkong,” tandasnya.

Amatan Penanegeri.com selama berada di negara Pearl of orient itu, warga negara Indonesia yang tinggal dan menetap di negaranya masih sangat bersyukur, karena Indonesia dalam tingkatan harga properti masuk dalam urutan ke 60. Artinya, jika dibandingkan negara lain harga properti di nusantara masih lebih murah dari pada di negara lain. Sedangkan Hongkong, menduduki peringkat pertama.

Hongkong merupakan pasar perumahan yang memiliki harga termahal. Negara itu menduduki peringkat pertama selama 7 tahun berturut-turut. Harga rumah yang berada di Hongkong sebesar 18,1 kali rata-rata pendapatan rumah tangga sebelum dilakukan pajak tahunan. Kemudian, dengan penduduk yang mencapai 7 juta jiwa, wilayah Hongkong hanya seluas 426 mil persegi, sehingga kota ini masuk dalam jajaran kota paling padat di dunia.

Namun demikian, secara ekonomi kota Hongkong ini menjadi salah satu kota yang paling kompetitif di dunia, dengan gedung-gedung pencakar langit dan apartemen-apartemen menjulang yang menghiasi hampir di setiap sudut kota.

Komentar

Berita Terbaru