oleh

YLKI : Situs Belanja Online Dominasi Pengaduan Konsumen pada 2017

PENANEGERI, Jakarta – Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia ( YLKI) Tulus Abadi mengatakan, situs belanja online atau situs e-commerce mendominasi pengaduan konsumen ke YLKI sepanjang tahun 2017.

Tahun 2017 lalu YLKI telah menerima pengaduan konsumen sebanyak 642 aduan.

Dari jumlah ini pengaduan yang berasal dari toko online mendominasi dengan 101 aduan.

Menurut dia tingginya pengaduan terkait masalah belanja online karena belum adanya regulasi yang menjadi payung hukum terhadap proses belanja online. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) melaporkan kinerjanya selama 2017.

Dari paparan yang disampaikan, kasus pengaduan belanja online merupakan yang terbanyak sepanjang 2017.

“Dari total 642 pengaduan, persentase tertinggi terdapat pada belanja online sebesar 16 persen. Pengaduan soal perbankan sebesar 13 persen. Aduan untuk perumahan dan komunikasi di angka yang sama, yakni sebesar 9 persen,” papar Ketua YLKI, Tulus Abadi, di kantor YLKI, di Jakarta, Jumat (19/1).

Ketua YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) menjelaskan, masalah umum yang paling banyak diterima oleh YLKI dari pengaduan belanja online adalah barang yang belum diterima konsumen atau barang yang dipesan belum masuk dari toko online.

Kemudian proses refund, sistem, cacat produk, dugaan penipuan dan cyber crime, serta lambatnya respons komplain kepada e-commerce terkait.

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mengungkapkan pelaku usaha online kurang kooperatif dalam merespon pengaduan konsumen termasuk pengaduan yang disampaikan oleh YLKI.

“Kami punya HP atau email para petinggi di belanja online itu, tapi jawabannya rata-rata thank you saja, terima kasih, tapi tidak direspon dengan perubahan kebijakan atau memperbaiki infrastruktur mereka,” kata Ketua YLKI, Tulus Abadi di kantor YLKI, Jakarta, Jumat (19/1).

Berdasarkan data YLKI, berikut data tingkat aduan konsumen ke YLKI terkait situs toko online pada tahun 2017:
1. Lazada 18 aduan
2. Akulaku 14 aduan
3. Tokopedia 11 aduan
4. Bukalapak 9 aduan
5. Shopee 7 aduan
6. Blibli 5 aduan
7. JD.ID 4 aduan
8. Elevenia 3 aduan. (*)

Komentar

Berita Terbaru