oleh

‎KPPBC Langsa Musnahkan Barang Milik Negara Senilai Rp 955 Juta

-Aceh-58 views

PENANEGERI, Langsa – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Kuala Langsa, melakukan pemusnahan barang milik negara hasil pelanggaran dibidang kepabean dan cukai senilai Rp 955 juta, Selasa (25/6), di Lapangan Kompi 2 Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Aceh.

Kepala KPPBC TMP C Kuala Langsa, Mochamad Syuhadak melalui siaran persnya kepada Penanegeri.com menjelaskan, bahwa barang milik negara senilai Rp 955 juta tersebut terdiri dari tembakau berupa rokok sebanyak 177.888 batang, berbagai macam kosmetik sebanyak 98 pcs, bahan baku kosmetik sebanyak 98 kaleng dan jenis kosmetik lainnya sebanyak 2 karton.

Dijelaskannya, barang-barang yang dimusnahkan dengan cara dibakar itu merupakan hasil penindakan atas pelanggaran Undang-Undang Cukai Nomor 11 Tahun 1995 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 39 tahun 2007 dengan jenis pelanggaran antara lain rokok tanpa pita cukai, rokok dilekati pita cukai palsu, rokok dilekati pita cukai bekas, dan pita cukai yang tidak sesuai peruntukannya.

Lanjutnya, rokok-rokok tersebut ditegah/diamankan dari toko/kedai yang berada di wilayah pengawasan KPPBC TMP C Kuala Langsa (Langsa, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Tenggara, dan Blangkejeren) oleh Tim Operasi Cukai Bea Cukai Langsa. Selain dari toko/kedai, Tim Operasi Cukai Bea Cukai Kuala Langsa juga melakukan penindakan atas rokak yang dibawa oleh bus antar kota.

Sementara, beberapa jenis kosmetik dan bahan baku pembuat kosmetik yang dimusnahkan ini juga merupakan hasil penindakan atas pelanggaran UU Kepabeanan Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan. Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2006 dengan jenis pelanggaran tidak memenuhi persyaratan perijinan impor dari instansi terkait, sehingga kosmetik tersebut tidak aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

Sambungnya, penindakan dilakukan oleh Tim patroli darat Bea Cukai Kuala Langsa pada Jumat tanggal 2 Maret 2018 sekitar pukul 01.30 WIB dini hari terhadap sebuah truk bermuatan barang yang diduga berasal dari tindak pidana Kepabeanan yang diangkut oleh kapal kayu yang datang dari luar daerah pabean yang nilainya ditaksir mencapai ratusan jutaan rupiah dan diduga berasal dari China.

“Kegiatan pemusnahan parang milik negara ini merupakan komitmen Bea Cukai Kuala Langsa untuk menekan peredaran barang-barang ilegal yang melanggar aturan di bidang Kepabeanan dan Cukai,” ucapnya.

Dengan adanya penindakan terhadap rokok dan barang kosmetik terebut diatas, diharapkan masyarakat tidak membeli barang kena cukai berupa rokok ilegal yang ada di peredaran dan segera melaporkannya ke Kantor Bea Cukai terdekat.

Dikarenakan hasil pungutan cukai merupakan salah satu unsur terbesar penerimaan negara selain pajak yang digunakan sepenuhnya untuk pembangunan.

Dirinya juga mengharapkan kepada pelaku usaha maupun masyarakat tidak melakukan tindakan penyelundupan dan/atau membeli barang hasil penyelundupan sebagai bentuk partisipasi warga negara untuk melindungi industri dalam negeri. Melindungi masyarakat dan lingkungannya dari penyakit yang diakibatkan adanya  importasi kosmetik, bahan baku kosmetik lainnya serta meningkatkan daya saing industri dalam negeri dan mendongkrak penerimaan negara dari sektor bea masuk dan pajak.

Hal ini sejalan dengan salah satu fungsi Bea Cukai sebagai Community Protector yaitu melindungi masyarakat dari masuknya barang-barang berbahaya dan juga sebagai momentur untuk melakukan “Operasi Gempur tahun 2019”, dengan target tingkat peredaran barang kena cuka ilegal dapat turun menjadi 3 persen yang sebelumnya pada tahun 2018 tingkat peredaran Barang Ken-Cukai llegal berada pada angka 7 persen.

“Sehingga pada akhirnya diharapkan dengan adanya kegiatan pengawasan secara terus menerus serta dukungan dari masyarakat dapat menuju sesuai slogan Bea Cukai yang makin baik,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru