oleh

1 Jam Hujan, Sebagian Jalan 2 Jalur Aceh Tamiang Tergenang

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Ruas jalan lintas nasional Kabupaten Aceh Tamiang tergenang air setelah 1 (satu) jam hujan deras mengguyur kawasan Karang Baru dan sekitarnya, Selasa (9/5) malam.

Pantauan Penanegeri.com, jalan yang digenangi air hujan berada di sepanjang jalan 2 jalur komplek perkantoran Bupati Aceh Tamiang, tepatnya dari depan warung Corner Kopi hingga pertigaan jalan menuju Hotel Grand Arya mengarah ke Kuala Simpang dengan kedalaman sekitar 15-20 centimeter. Titik terparah di depan Kantor KONI Aceh Tamiang dengan kedalaman sebetis orang dewasa.

Akibat banjir dadakan tersebut, pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas, sebab kondisi badan jalan di kawasan tersebut tidak kelihatan karena digenangi air.

Salah seorang pengendara sepeda motor, Dedek (35) kepada Penanegeri.com mengaku kesulitan saat melintasi jalan 2 jalur yang tergenang air. Roda sepeda motornya nyaris tergelincir saat menerobos banjir tepat di persimpangan Kantor Bupati Aceh Tamiang.

“Heran, hujan sebentar saja bisa banjir seperti ini. Kelihatan sekali saluran drainasenya tidak pernah dirawat, entahpun tidak ada drainase dipinggir jalan negara ini,” ketus Dedek yang merasa miris dengan kondisi banjir dadakan justru berada di area pusat pemerintahan.

Baca Juga  Bencana Banjir Tewaskan lebih dari 1.200 orang di India, Nepal dan Bangladesh

Warga lainnya, Juliansyah, yang juga Sekretaris KONI Aceh Tamiang menuturkan, sejak dibangunnya jalan 2 jalur di kawasan pusat pemerintahan Aceh Tamiang acapkali digenangi air saat diguyur hujan, karena tidak tersedia drainase dikedua sisi jalan tersebut. Padahal cuma satu jam diguyur hujan, tapi seperti kena luapan banjir. Hal itu disebabkan, tidak dibangun saluran yang memadai, sehingga saat diguyur hujan airnya tidak sampai menggenangi badan jalan terlalu lama.

Dikatakannya, dari depan Kantor Bupati Aceh Tamiang sampai pertigaan Grand Arya Hotel termasuk didepan Kantor KONI Aceh Tamiang saluran drainase sudah sumbat tidak berfungsi lagi.

“Kalau pun dulu pernah dibangun drainase, mungkin kini sudah tersumbat dengan pertumbuhan bangunan ruko sehingga harus dibangun parit saluran kembali agar air bisa mengalir lancar,” terangnya.

Juliansyah juga mengkritisi pembangunan proyek jalan 2 jalur yang saat ini sedang dipacu tanpa membangun saluran drainase di kedua sisi jalan. Terutama di depan Kantor Bupati dan DPRK Aceh Tamiang tidak ada peremajaan saluran drainase.

Baca Juga  Sersan Satu Moch Waki Selamatkan Warga yang Hanyut Terseret Arus Deras

Parit saluran dari plat beton hanya ada dibangun dari kawasan Kompi Khusus Yonif 111/Raider Karang Baru sampai Simpang RSUD Aceh Tamiang, sementara dikawasan pusat pemerintahan tidak ada pengorekan parit.

“Jadi percuma saja dibangun jalan dua jalur tanpa didukung oleh parit saluran, membuat kerusakan jalan semakin singkat karena aspalnya selalu digenangi air,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru