oleh

12 Kilogram Paket Ganja Berhasil Diungkap oleh BNNP Jawa Timur

PENANEGERI, Jawa Timur – Sebanyak 12 kilogram paket ganja yang dikirim melalui udara berhasil diungkap oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur.

Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol Bambang Budi Santoso, saat merilis pengungkapan itu, di Surabaya, Jumat (2/3) malam, menyatakan juga berhasil menangkap tiga orang tersangka yakni MA (38) warga Bungurasih Tengah, Kecamatan Waru, Sidoarjo, MW (36) warga Tambaksawah, Kecamatan Waru, Sidoarjo dan AH (23) warga Jugo Sari, Kecamatan Candipuro, Sidoarjo. MW dan AH merupakan pasangan suami-istri (pasutri).

Paket narkotika berbahaya jenis ganja itu dibungkus dalam kardus rokok yang disamarkan dalam 12 bungkus kopi, yang total beratnya adalah 12 kilogram paket ganja.

Ganja tersebut dimasukkan ke dalam bungkus kopi tersebut.

“Ganja ini letaknya di dalam bubuk kopi. Nah jadi seakan seperti pengiriman kopi saja. Jadi tidak terdeksi oleh x-ray di Bandara,” jelas Brigjen Bambang Budi Santoso.

Brigjen Bambang Budi menjelaskan  paket itu terdiri dari dua kardus kemasan rokok ada beberapa bungkus kopi.

Baca Juga  Mulai Tahun 2018 California Legalkan Ganja

“Masing-masing kopi bubuk itu berisi ganja seberat 500gram, sedangkan dalam tiap kardus ada 6 kg ganja. Sehingga dua kardus totalnya ada 12 kilogram ganja,” ungkapnya.

Paket ganja itu tiba di Bandara Juanda menggunakan maskapai Lion Air rute Kualanamu – Surabaya dengan nomer penerbangan JT 0978. Paket ganja itu berasal dari Takengon dan dibawa ke Medan, kemudian dari Medan dibawa lewat jalur udara ke Surabaya

“Sesampainya di Medan, tersangka langsung melanjutkan perjalanannya ke Surabaya, melalui jalur udara. Mereka tiba di Bandara Juanda dengan menggunakan Maskapai Lion Air Kualanamu – Surabaya JT 0978,” kata  Brigjen Pol Bambang.

“Pada saat di Surabaya berdasarkan pengembangan, kita dapat alamatnya,” papar Brigjen Bambang, Jumat malam (2/3).

Maka tiga tersangka berhasil ditangkap di Desa Cemandi, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Jumat (2/3) sore. Dari hasil penangkapan, polisi mengamankan dua dus ganja, yang disembunyikan dalam kemasan kopi bubuk arabika.

“Di dalam masing-masing bungkus kopi, terdapat ganja kering yang sengaja dipres, kemudian dilakban warna cokelat. Berat ganja masing-masing bungkusan sebesar 500 gram. Sementara satu dus berisi 6 kilogram ganja. Jadi total dari dua dus itu ada 12 kilogram ganja,” paparnya.

Baca Juga  Satres Narkoba Polres Tamiang Bekuk 2 Pengedar Ganja

Selain mengamankan dua dus ganja, petugas BNN juga menyita sepucuk senjata api merk Taurus kaliber 22 milimeter dan enam amunisi, empat handphone (HP) dan dua motor milik tersangka dari rumah mereka.

“Ini bukan senjata organik,” ujar Brigjen Pol Bambang Budi.

Berdasarkan pengangkuan pelaku, senjata api kaliber 22 itu diperoleh dari sesorang di Surabaya.

Modus transaksi barang haram ini, pelaku melakukan pemesanan kepada pemasok dari Aceh via media sosial (medsos), kemudian melakukan pembayaran, dan paket dikirim melalui jalur udara.  (*)

Komentar

Berita Terbaru