oleh

2 Penyidik Polda Jatim Diadukan Memeras Rp 500 Juta, Ini Klarifikasi Polisi

PENANEGERI, Surabaya – Dua penyidik berinisial A dan K dari Polda Jatim diadukan ke Subdit Provos dan Pengamanan (Propam).

Aduan ini dibuat karena keduanya diduga memeras orang tua tersangka agar kasusnya bisa diselesaikan secara damai.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan dugaan ini tak memiliki bukti.

“Nggak ada laporan, nggak terbukti, kok,” kata Barung saat dimintai konfirmasi di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Selasa (5/11/2019).

Barung juga mempertanyakan mengapa para orang tua tersangka baru mengadukan hal ini kepada Subdit Provos. Padahal kasus ini telah dirilis di hadapan media beberapa waktu lalu.

“Lucunya, saya sudah konferensi pers kasus itu, sekarang baru diadukan. Itu kasusnya media sudah tahu semua kok, kasus Tokopedia kan saya yang konferensi pers,” ujar Barung.

“Kalau ada aduan terjadi pemerasan, kalau terjadi pemerasan, kenapa sebelum konpers, kenapa sesudah konferensi pers yang sudah kami sampaikan. Ya media sudah tahu semua kok, sudah terbukti (salah),” imbuhnya.

Dua penyidik dari Polda Jatim itu diadukan empat orang tua tersangka kasus pemanfaatan cash back Tokopedia melalui order fiktif.

Selain karena dugaan pemerasan, keduanya diadukan karena kasusnya ditangani tidak sesuai dengan prosedur.

“Kami adukan ke Propam Polda Jatim terkait dengan penanganan terhadap beberapa anak dari klien kami di mana mulai dari proses penangkapan sampai pemeriksaan dan penahanan itu dilakukan tidak sesuai dengan prosedur,” kata kuasa hukum orang tua tersangka, Yuyun Pramesti, di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Selasa (5/11/2019) dikutip dari laman detik.com.

Yuyun memaparkan, dalam kasus ini, ada empat orang tua yang mengadu mewakili tersangka. Keempatnya adalah orang tua tersangka Michael Chandra, Max Vissel Tedjakusuma, Kenno Kent, dan Hansei Buddie Soepriyanto.empat orang tua tersangka dengan kuasa hukumnya mengadu ke Subdit Propam Polda Jatim.

Keempat tersangka adalah Michael Chandra, Max Vissel Tedjakusuma, Kenno Kent, dan Hansei Buddie Soepriyanto.

Keempatnya merupakan tersangka kasus pemanfaatan cash back Tokopedia melalui order fiktif.

Selain dugaan pemerasan uang Rp 400-500 juta dengan dijanjikan tidak dijadikan tersangka, Yuyun menyebut kliennya tidak ditawari mendapat pendampingan hukum.

“Dari contohnya sejak awal mereka tidak pernah ditawari untuk mendapat pendampingan dari seorang penasihat hukum. Bahkan kemudian, setelah tiga hari mereka diperiksa sebagai tersangka, kemarin kami mendapat kabar bahwa mereka dipaksa menandatangani sebuah pernyataan di mana mereka menyatakan menolak didampingi penasihat hukum. Mereka dipaksa tanda tangan itu dengan berbagai macam pernyataan yang bersifat intimidasi,” papar Yuyun.

Selain karena dugaan pemerasan, kedua penyidik ini dilaporkan karena kasus ini ditangani tidak sesuai dengan prosedur. Misalnya tersangka tidak ditawari menggunakan pengacara dalam menangani kasus. (*/dtc)

Komentar

Berita Terbaru