oleh

20 Warga Rohingya Dibawa ke Imigrasi Langsa

-Aceh-59 views

PENANEGERI, Langsa – Sebanyak 20 warga Negara Myanmar etnis Rohingya, dibawa ke Kantor Imigrasi Kelas II Langsa, Selasa (4/12).

“Mereka tiba di Kantor Imigrasi, sekitar pukul 19.30 WIB,” sebut Kepala Satpol PP Aceh Timur, T Amran, SE, MM kepada Penanegeri.com, usai mengantar langsung warga Rohingya tersebut.

Ia menjelaskan, ke 20 Rohingya itu dibawa ke Kantor Imigrasi Langsa, setelah adanya koordinasi dengan pihak keamanan dan unsur pimpinan di Pemerintah Kabupaten Aceh Timur.

Menurutnya, warga Myanmar etnis Rohingya yang tiba di Pelabuhan Kuala Idi tersebut, bukanlah pengungsi. Tapi, mereka sepertinya para pencari kerja, hal ini dilihat dari data yang kami terima serta ciri-cirinya. Dimana, ke 20 Rohingya tersebut rata-rata usia pencari kerja serta semuanya adalah laki-laki.

“Jika pengungsi seperti-seperti yang sebelumnya, maka pasti ada anak-anak dan wanita. Kemudian, BBM boat milik mereka masih ada tersisa sekitar 4 hingga 5 jerigen,” terang Amran.

Karena, bukan pengungsi dan sebagai warga asing maka mereka kita serahkan ke Imigrasi.

Baca Juga  KOPAZKA Apresiasi Panitia Penjaringan Balon Rektor IAIN Langsa

“Sementara saat ini mereka di Kantor Imigrasi Langsa dan selanjutnya akan dilakukan verifikasi,” tandasnya.

Sementara itu, Humanitarian Coordinator Yayasan Geutanyoe, Nasrudin menyatakan, bahwa meskipun mengalami kendala untuk penempatan ke 20 Rohingya tersebut, namun telah disepakati mereka sementara waktu di tempatkan di Kantor Imigrasi Langsa, sambil menunggu proses verifikasi.

“Jika hasil verifikasi nanti mereka dinyatakan Rohingya maka akan dikembalikan kepada Pemerintah Aceh Timur, hal ini sesuai dengan Perpres Nomor : 125 Tahun 2016,” jelasnya.

Untuk mengatasi agar hal tersebut tidak terulang kembali, lanjut Nasrudin, maka pihaknya meminta Pemerintah Pusat untuk menetapkan salah satu kabupaten/kota di Aceh sebagai tempat penampungan pengungsi lintas negara, agar persoalan serupa tidak terjadi dikemudian hari.

Hal ini mengingat, wilayah Aceh sering kali disinggahi oleh pencari suaka. Jika hal ini tidak dilakukan, timpal Nasrudin, maka yang paling menjadi kendala adalah persoalan dana, sebab pemerintah daerah tidak mungkin menganggarkan bantuan taktis untuk pengungsi negara lain.

“Sudah saatnya Pemerintah Pusat memikirkan penanganan pengungsi jangka panjang,” imbuhnya.

Komentar

Berita Terbaru