oleh

200 Penerima PKH di Bireuen Mundur

PENANEGERI, Bireuen – Merasa telah mapan, sedikitnya 200 Kepala Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Bireuen mundur.

Kadis Sosial Bireuen, Drs Murdani melalui Koordinator PKH Bireuen, Muhammad Faisal kepada Penanegeri.com, Sabtu (25/1) menjelaskan, hingga saat ini jumlah rumah tangga atau KPM tahun 2020 untuk seluruh kecamatan di Bireuen mencapai 26.575 Kepala Keluarga (KK).

Menurut Faisal, hingga sejauh ini, setiap desa di 17 kecamatan dalam Kabupaten baru sekitar 50 persen selesai dilakukan penempelan stiker di setiap rumah penerima manfaat, baik KPM maupun PKH.

“Sementara laporan pendamping dari seluruh kecamatan, ada sekitar 200 kepala keluarga (KK) penerima KPM lebih ikut mengundurkan diri saat tim pendamping tersebut akan memasang stiker di rumah mereka,” ujarnya.

Diterangkan Faisal, setiap desa di 17 kecamatan itu ada sekitar satu atau dua kepala keluarga yang mundur dan telah mengajukan permohonan diri untuk mundur sebagai penerima manfaat program tersebut.

“Rata-rata warga mundur ketika  tim pendamping PKH melakukan pemasangan stiker tanda penerima PKH di masing-masing rumah,” ungkapnya.

Dari 17 kecamatan, lanjut Faisal, penerima program Penerima Manfaat (KPM) dalam Program Keluarga Harapan (PKH) yang paling banyak di Kabupaten Bireuen yakni Kecamatan Juli sekiyar 2.351 KK.

Sementara untuk kecamatan yang paling sedikit warganya untuk mendapatkan program bantuan tersebut hanya Kecamatan Pandrah, yakni 681KPM.

“Alasan warga yang mengundur dari  program tersebut,  umumnya mengaku masih banyak warga lain lebih layak darinya, sehingga meminta jangan dipasang stiker untuk rumahnya,” terang Koordinator PKH Bireuen.

Dibagian lain, Faisal memprediksi jumlah yang mengundur diri untuk pemasangan stiker program itu kemungkinan bertambah lagi, karena mereka menganggap sudah mapan.

“Untuk mengundurkan diri itu sendiri tetap butuh proses, antara lain mengajukan permohonan yang diteruskan ke dinas terkait selanjutnya tembusan permohonannya akan dilanjutkan ke Jakarta,” tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *