oleh

21 Nama anggota KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) Dinyatakan sebagai Buronan

PENANEGERI, Papua – Kepolisian Resor Mimika, Papua menetapkan sebanyak 21 orang anggota KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) pelaku berbagai aksi teror dan kekerasan yang terjadi di wilayah Distrik Tembagapura, Mimika, Papua, menjadi buronan kepolisian dan masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO.

Polres Mimika telah menetapkan nama-nama ke-21 orang anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) sebagai buronan.

Para anggota KKB tersebut terlibat dalam sejumlah aksi teror. Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan menjelaskan teror yang dilakukan 21 anggota KKB itu di antaranya penembakan kendaraan dan fasilitas milik PT Freeport Indonesia termasuk penembakan terhadap warga sipil dan anggota Brimob Para buronan menurut Dionisius tengah menguasai sejumlah perkampungan di dekat Tembagapura seperti Utikini Lama, Kimbely dan Banti. Kelompok ini diduga mengisolir warga di perkampungan tersebut.

Nama ke-21 pelaku penembakan yang masuk dalam DPO Polres Mimika itu yakni, Sabinus Waker, yang disebut-sebut sebagai pimpinan KKB, kemudian Ayuk Waker, Obeth Waker, Konius Waker, Nau Waker, Guspi Waker, Yumando Waker alias Ando Waker, Elan Waker, Anggau Waker, dan Gandi Waker, Ferry Elas, Yopi Elas, Jack Kemong, Joni Botak, Abu Bakar alias Kuburan Kogoya, Tandi Kogoya, Tabuni, Ewu Magai, Yohanis Magai alias Bekas, Yosep Kemong, dan Lis Tabuni.

Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon mengatakan, 21 orang tersebut diduga kuat terlibat berbagai aksi teror penembakan terhadap kendaraan dan fasilitas milik PT Freeport Indonesia, kasus penembakan terhadap anggota Brimob, kasus penembakan terhadap warga sipil, kepemilikan senjata api dan lainnya sejak 2015 sampai sekarang.

“Kami mengimbau agar mereka segera menyerahkan diri,” kata Victor di Mimika, Sabtu, 11 November 2017.

AKBP Victor memastikan dua puluh satu orang yang masuk dalam DPO tersebut kini menguasai sejumlah perkampungan di dekat Kota Tembagapura seperti Utikini Lama, Kimbeli hingga Banti.

Kelompok ini juga yang ditengarai menghalang-halangi dan melakukan intimidasi kepada warga sipil untuk melintas ke Tembagapura guna mendapatkan barang kebutuhan pokok sehari-hari.

“Diindikasikan seperti itu. Mereka menghambat warga untuk bepergian kemana-mana. Tidak ada penyanderaan warga sipil, cuma mereka membatasi untuk melintas saja,” tutur Victor.

“Mulai hari ini kita sudah terbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap 21 orang kelompok KKB Tembagapura,” ujarnya, Sabtu (11/11).

“Mereka diduga secara bersama-sama kelompok kriminal bersenjata (KKB) melakukan penembakan dan menguasai senjata api tanpa hak atau izin. Perbuatan melanggar Pasal 340 KUHP, Pasal 187 KUHP, Pasal 170 KUHP dan Pasal 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951,” sambungnya.

Sementara itu ditempat terpisah, Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal menyebut polisi dan TNI terus melakukan upaya persuasif terkait situasi di dua desa yang diisolasi KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata). (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *