oleh

249 Calhaj Bireuen Belum Periksa Kesehatan Tahap Kedua

PENANEGERI, Bireuen – Sebanyak 249 calon haji (calhaj) 2019 di Kabupaten Bireuen belum melakukan pemeriksaan kesehatan ulang atau tahap kedua.

Kabid Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesahatan Bireuen, dr Irawati M Kes kepada wartawan mengaku, berdasarkan pertemuan dengan jajaran medis, masih banyak calhaj belum memeriksa kesehatan tahap kedua.

“Dari 293 calhaj, baru 44 orang yang telah diperiksa kesehatan, sementara yang lainnya hingga hari ini belum dilakukan,” katanya.

Apabila ini terlambat melakukan pemeriksaannya, maka dikhwatirkan calhaj akan mengalami kendala saat pelunasan biaya ongkos naik haji (ONH).

Irawati juga mengatakan, berdasarkan laporan dari seluruh Puskesmas di Bireuen, pengecekan kesehatan di tahap awal juga belum seluruhnya tuntas. Dari jumlah 293 calhaj tahun ini, ternyata baru 191 orang yang selesai pemeriksaan kesehatan.

Dijelaskannya, setiap calon jamaah haji diharuskan memeriksa kesehatan sebanyak tiga tahap. Untuk tahap pertama saat penyetoran awal. Lalu tahap kedua saat nama calhaj sudah dipastikan tergabung dalam kloter dan terakhir sebelum calhaj masuk Asrama Haji, di Banda Aceh.

Baca Juga  Pemko Langsa Salurkan Zakat Kepada Fakir Miskin

“Hasil koordinasi dengan seluruh Puskesmas, sebagian besar calon haji yang berangkat tahun ini belum seluruhnya melakukan pemeriksaan kesehatan tahap kedua,” sebutnya.

Untuk tes kesehatan tahap kedua ini sendiri harus dilakukan sebelum pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Para calhaj sendiri diharuskan mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk pengecekan kesehatan.

“Ketentuan pengecekan tahap kedua ini guna menentukan seseorang memenuhi syarat atau tidak, mampu mengikuti proses ibadah haji tanpa bantuan orang lain, dan obat-obatan selama di tanah suci,” terangnya.

Pemeriksaan kesehatan ini, tambahnya sesuai surat edaran dari Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama RI.

“Di mana ketentuannya pengiriman paspor dan dokumen haji diwajibkan melampirkan foto kopi kartu vaksin,” imbuhnya.

Sementara itu Kadiskes Bireuen, dr Amir Addani M Kes menyebutkan, pemeriksaan kesehatan calhaj selain keharusan dari ketentuan pemerintah, hal ini merupakan langkah menjaga kebugaran jamaah.

“Apa bila dalam pemeriksaan tahap kedua ditemukan penyakit menular atau tidak menular yang dapat mengganggu ibadah haji, maka dapat diketahui lebih awal. Sehingga, bisa dilakukan pengobatan sekaligus memudahkan pemantauan khususnya bagi calon jamaah haji tersebut,” sebut Amir Addani.

Baca Juga  Polsek Langsa Timur Berikan Kursi Roda kepada Penyandang Cacat

Disis lain Amir Addani meminta para calhaj yang akan berangkat tahun ini untuk segera mendatangi puskesmas, memeriksa kesehatan baik tahap pertama maupun kedua, dan ini syarat sebelum pelunasan BPIH dilakukan.

“Ini kita lakukan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bagi calhaj sendiri, dan ini bisa membantalkannya keberangkatan,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru