oleh

291 Siswa di Bireuen Bersaing untuk Lolos Sebagai Paskibra Nasional

PENANEGERI, Bireuen – Sebanyak 291 siswa tingkat SMA di Kabupaten Bireuen bersaing untuk dapat lolos di ajang seleksi calon Paskibra tingkat provinsi dan nasional Tahun 2019.

Ajang tersebut dibuka oleh Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK, MSi  didamping Kadis Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Drs Muhammad Nasir MPd, di GOR Geuleumpang Payong, Jeumpa, Bireuen, Rabu (20/2).

“Ini merupakan kesempatan yang paling bagus bagi peserta, karena untuk dapat meraih cita-cita sebagai anggota Paskibra ini sangat sulit butuh perjuangan keras, ” kata Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK.

Selain kesiapan fisik dan mental, peserta juga dituntut memahami segala ketentuan lain sehingga bisa terpilih.

“Saya mengharapkan tahun ini, peserta di Bireuen ada yang lolos dan mampu bertugas sebagai pasukan pengibar bendera di tingkat daerah maupun nasional,” harapnya.

Sementara itu, Kadisdikpora Bireuen, Drs Muhamnad Nasir MPd melalui Kabid Pemuda dan Olahraga Usmadi Taher SE mengatakan, untuk memilih dan merekrut peserta, tim seleksi Panitia Bireuen langsung turun ke sekolah-sekolah tingkat SMA, SMK dan MA di Bireuen.

Baca Juga  Magfirah, Ibu Tiga Bayi Kembar di Rutan Bireuen Bebas

“Tahun ini jumlah yang ikut sebanyak 291 calon Paskibra, 156 kalangan putri 135 kalangan putra, dari jumlah itu akan dipilih dua pasangan untuk ikut di Provinsi dan seleksi nasional,” terangnya.

Selama seleksi ini, peserta akan dibimbing tim seleksi Purna Paskibra Indonesia (PPI) Bireuen, TNI/POLRI, Dinkes dan Disdikpora.

Dikatakannya, dari jumlah itu nantinya mereka kembali direkrut untuk calon Paskibraka Kabupaten Bireuen sebanyak 40 peserta.

“Sedangkan kriteria penilaian Paskibra ini dengan tinggi badan putra 170 sentimeter dan putri 165 sentimeter, mampu baris berbaris, berkepribadian baik, berkepribadian baik, tegap dan tidak cacat dan sehat jasmani dan rohani dan harus mampu membaca Alquran,” pungkas Usdami Taher.

Komentar

Berita Terbaru