oleh

5 Pria Ditangkap di Aceh Utara Saat Hendak Jual Kulit Harimau

PENANEGERI, Aceh Utara – Personel Satuan Reskrim dan Intelkam Polres Aceh Utara berhasil meringkus lima pria yang diduga hendak menjual kulit dan tulang harimau, Jumat (27/9).

Kelima pria tersebut masing-masing AM warga Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, MZ warga Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara. Kemudian AB dan IS warga Kabupaten Aceh Tamiang serta HS warga Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Mereka ditangkap di sebuah wisma di Desa Meunasah Geumata, Kecamatan Lhoksukon.

Penangkapan terhadap tersangka berdasarkan informasi terkait akan adanya transaksi hewan satwa liar di Wisma RAPI Lhoksukon. Oleh karena itu, kemudian tim opsnal Reskrim dan Intelkam melakukan pengintaian dan pengejaran.

“Petugas melihat ada AM dan MZ membawa sebuah tas warna biru, yang kita curigai berisi hewan satwa liar Harimau. Keduanya kita periksa. Sementara dua temannya lagi melarikan diri,” kata Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim AKP Adhitya Pratama SH SIK dalam konferensi pers di Mapolres, Jumat (27/9).

Adhitya mengatakan, tas yang dibawa AM dan MZ berisi kulit Harimau, 4 gigi taring, satu tengkorak kepalanya, 5 kumis dan satu karung tulangnya. Selanjutnya petugas membuat pengembangan hingga berhasil menangkap tersangka AB, HS dan IS di lokasi yang sama.

“Jadi AB, HS dan IS ini tugasnya sebagai perantara penjualan. Informasinya (bangkai harimau) ini akan dijual ke Medan atau luar Aceh. Terkait tentang siapa penampungnya, kita sedang melakukan pengembangan,” ujar AKP Adhitya Pratama didampingi sejumlah Polisi.

Dikatakan, hasil pemeriksaan sementara, hewan satwa dilindungi tersebut didapatkan dengan cara dijerat (alat perangkap), karena terlihat ada bekas pada bagian kulit harimau itu.

“Dari penangkapan ini, kita berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Tiger dan Honda Beat, sebuah tas warna biru, kulit harimau beserta gigi, taring dan kumisnya,” terang AKP Adhitya Pratama.

Dalam konferensi pers itu, tersangka AM kepada polisi dihadapan sejumlah wartawan mengaku hewan satwa dilindungi tersebut ditemukan dalam keadaan sudah mati. AM mengaku mengambil hewan itu karena pernah mendengar harga jualnya tinggi.

Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai pekebun itu membeberkan, harga jual kulit dan tulang harimau beserta gigi dan kumisnya itu berkisar Rp 70 juta. Namun sayangnya, bisnis melanggar undang-undang tersebut terungkap di tangan kepolisian.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 21 Ayat 2 huruf b atau huruf d dari UU RI Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukumannya lima tahun penjara.

Komentar

Berita Terbaru