oleh

77 Ton Lebih Hasil Perikanan Keluar dari Simeulue

-Aceh, Ekonomi-27 views

PENANEGERI, Banda Aceh – Pada Maret kemarin, sebanyak 77 ton lebih hasil perikanan keluar dari Pulau Simeulue yang nilai produknya mencapai Rp 4,4 miliar lebih. Hal ini dikatakan Kepala BKIPM Aceh, Diky Agung Setiawan, Rabu (3/4).

Diky mengatakan, seluruh hasil perikanan ini dikirim ke wilayah lain seperti Medan, Lampung, Padang, Pekanbaru hingga ke Jakarta setelah dilakukan sertifikasi oleh petugas Pos BKIPM Aceh Wilayah Kerja Simeulue.

“Untuk komoditas yang dikirim keluar ini jenis tongkol, lobster, kerapu, gurita, teripang dan ikan bayam,” ujar Diky saat ditemui di ruang kerjanya.

Sementara, pada Februari lalu jumlah hasil perikanan yang dikirim keluar dari Simeulue sebanyak 55 ton yang jumlah produknya mencapai Rp 2,21 miliar lebih dengan jenis ikan yang hampir sama.

“Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang diperoleh pada Februari lalu untuk hasil perikanan yang keluar dari Simeulue berjumlah Rp 819 ribu lebih, sementara pada Maret berjumlah Rp 1,2 juta lebih,” ungkapnya.

Diky pun mengungkapkan, untuk jenis lobster asal Simeulue yang selama ini dikirim keluar daerah pun selalu memenuhi syarat yang telah ditentukan yakni lobster yang berukuran diatas 200 gram dan tidak dalam keadaan bertelur.

Baca Juga  PLN Bireuen Segera Rehab Rumah Warga Juli yang Tertimpa Tiang Listrik

Seperti diketahui, hasil perikanan seperti lobster, kepiting dan ranjungan telah ditetapkan dalam ketentuan dapat dikirim dan diekspor keluar daerah jika ukurannya diatas 200 gram dan tidak dalam keadaan bertelur.

“Selama ini lobster yang keluar dari Simeulue selalu memenuhi syarat. Masyarakat atau pelaku usaha yang mengajukan untuk mengeluarkan lobster selalu kita awasiwdan kita periksa sebelum disertifikasi dan dikirimkan,” jelasnya.

Diakui, PNPM pihaknya tahun ini melebihi target yakni senilai Rp 74 juta lebih dari target yang ditentukan yakni senilai Rp 50 juta lebih.

“Alhamdulillah terhitung Maret ini PNBP kita melebihi target,” ucapnya.

Selain dari Simeulue, hasil perikanan yang keluar dari wilayah Langsa mencapai 922 ton dan dari wilayah Lampulo, Banda Aceh mencapai 1.386 ton pada bulan Maret kemarin. “Total ikan yang keluar dari ketiga wilayah ini berjumlah 2.388 ton lebih,” tutupnya.

Banyaknya volume komoditi hasil perikanan Aceh yang dilaluilintaskan keluar Aceh dan telah disertifikasi oleh pihak Stasiun KIPM Aceh serta Wilayah Kerja-nya menunjukan kesadaran pelaku usaha perikanan Aceh terhadap jaminan keamanan pangan dari produksi perikanan semakin meningkat.

Baca Juga  Sumur Bor di Gampong Tanjong Meunye Keluarkan Semburan Gas

“Diimbangi oleh pelayanan sertifikasi produk perikanan oleh Stasiun KIPM Aceh semakin baik, terutama melalui pembukaan wilayah kerja di Lampulo dan Langsa tahun 2018 lalu,” kata Diky.

Komentar

Berita Terbaru