oleh

Abrasi Krueng Samalanga Meluas, Ketua dan Anggota DPRK Bireuen Turun ke Lokasi

PENANEGERI, Bireuen – Menyahuti keluhan masyarakat terkait abrasi yang terus meluas di aliran Krueng Samalanga, Ketua DPRK Bireuen Rusyidi Mukhtar, S.Sos bersama Ketua Fraksi serta Anggota dewan langsung turun ke lokasi, Sabtu (28/12) sore.

Dalam kunjungan, Ketua dan Anggota DPRK Bireuen itu ikut didampingi Staf dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bireuen, yang diwakili Ahyar untuk melihat langsung kondisi abrasi tersebut.

Peninjauan itu ikut dihadir Wakil Ketua Syauki Futaqi, Ketua Fraksi Juang Bersama, Zulfikar Apayub, Ketua Fraksi Partai Aceh, M Nasir (Waled) serta Athailah M.Saleh, Isnaini dan Sayuti juga ikut turun ke lokasi abrasi yang berdekatan dengan Dayah Ummul Ayman Samalanga.

Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar didampingi Zulfikar Apayub kepada Penanegeri.com mengatakan, untuk melihat kondisi abrasi ini, turut mendampingi Pimpinan Dayah Ummul Ayman Samalanga, Tgk H Nuruzzahri (Waled Nu).

“Kondisi abrasi yang terjadi ini tentu akan menjadi tanggung jawab kita bersama, makanya hari ini saya mengajak wakil ketua dan anggota DPRK Bireuen, sehingga dapat melihat langsung kondisi abrasinya,” katanya.

Menurut Rusyidi atau sering disapa Ceulangiek itu mengatakan, kondisi abrasi yang terus meluas ini tentu akan berdampak terhadap zona ekonomi ekslusif bagi kawasan Samalanga.

“Apabila tidak segera tertangani, tentu dapat merusak pemukiman warga sekitar aliran sungai, termasuk berdampak terhadap perekonomian masyarakat setempat,” ungkapnya.

Kalau dilihat kondisi ini, tambah Rusyidi tentu Pemerintah Daerah dinilai tidak akan sanggup mengatasi persoalan abrasi ini mengingat daerah abrasi sangat luas dan butuh dukungan provinsi.

“Bila dilihat dari nominal APBK Bireuen setiap tahunnya, memang besar. Sementara dari distribusi dan kondisi alam, jumlah tersebut tidak mencukupi. Maka dari itu, untuk penanganan abrasi ini butuh bantuan provinsi,” pintanya.

Sementara itu, Pimpinan Dayah Ummul Ayman Samalanga, Tgk H Nuruzzahri (Waled Nu) meminta, pemerintah Kabupaten Bireuen untuk segera menanggulangi persoalan abrasinya ini.

“Bila tak segera ditindaklajuti, maka abrasi ini akan terus meluas dan berdampak terhadap lingkungan dan kebun serta rumah warga,” sebutnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *