oleh

Aceh Krisis Pupuk Subsidi, Imbas Pengurangan Alokasi oleh Pemerintah

-Aceh-278 views

PENANEGERI, Aceh Utara – Petani di Aceh sejak sebulan terakhir kesulitan mendapatkan pupuk urea bersubsidi. Hal itu disebabkan imbas pengurangan jumlah alokasi pupuk oleh pemerintah pada tahun 2019 ini. Padahal stok pupuk urea subsidi di PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) masih mencukupi.

Manajer Humas PT PIM, Nasrun mengatakan stok pupuk pada lini 1 dan lini 2 di perusahaan itu masih mencukupi. Namun khusus untuk pupuk jenis urea subsidi sudah disalurkan kepada petani sesuai dengan kuota yang diajukan pemerintah.

“PT PIM berkewajiban menyalurkan pupuk urea subsidi kepada petani sesuai dengan kuota dari pemerintah,” kata Nasrun kepada Penanegeri.com, Sabtu (16/11).

Ia menjelaskan, alokasi pupuk dari pemerintah untuk tahun 2019 ini terjadi pengurangan secara signifikan dibandingkan dengan tahun 2018 lalu. Dari jumlah Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) Aceh 2019 sebanyak 229.000 ton, alokasinya hanya 55.900 ton.

“Tahun 2019 ini alokasi pupuk untuk Aceh turun 30 persen dibanding tahun 2018 lalu. Khusus untuk Aceh Utara, alokasi pupuk urea subsidi hanya 7.000 ton tahun ini. Sementara tahun 2018 sebanyak 10.000 ton. Hal ini berdasarkan luas lahan hasil survei ATR BPN 2018,” terang Nasrun.

Baca Juga  Sopir Ngantuk, Mobil Pikap Angkut 14 Drum Minyak Mentah Masuk Parit

Meski demikian, lanjutnya, saat ini pihaknya tidak bisa menyalurkan lagi pupuk urea subsidi untuk beberapa kabupaten dan kota di Aceh karena alokasi penyalurannya sudah habis.

“Stok pupuk urea subsidi di Aceh per tanggal 14 November 2019 yaitu 25.115 ton yang terdiri dari Gudang lini 1 PT PIM di Krueng Geukueh yaitu 18.050 ton, Gudang III Pidie 2.500 ton, Aceh Besar 1.125 ton, Nagan Raya 1.270 ton, dan Kutacane 2.170 ton. Artinya, pupuk tidak langka di Aceh, hanya saja regulasi dan alokasinya yang terbatas,” jelasnya.

Nasrun menambahkan, untuk mengantisipasi ketiadaan pupuk urea subsidi itu, PT PIM telah mengajukan tambahan alokasi kepada pemerintah melalui Pupuk Indonesia untuk wilayah Provinsi Aceh sebanyak 72.322 ton dari alokasi sebelumnya 55.900 ton atau bertambah  sebesar 16.422 ton.

“Kita doakan saja agar relokasi ketiga dari Kementan (Kementerian Pertanian) RI dapat segera terbit dan alokasi tambahan itu segera terealisasi, sehingga para petani Aceh dapat menikmati kembali pupuk urea subsidi,” ucap Nasrun mengakhiri pembicaraannya.

Baca Juga  Peduli Warga Miskin, FP2KL Berikan Sembako

Diberitakan sebelumnya, para petani di Kabupaten Aceh Utara mengeluh perihal kesulitan mendapatkan pupuk urea subsidi di pasaran. Para petani dengan terpaksa harus membeli pupuk non subsidi yang harganya cukup mahal.

Komentar

Berita Terbaru