oleh

Aegerter Bidik Podium Suzuka

PENANEGERI, Moto 2 – Pemenang lomba Moto 2, Dominique Aegerter, telah menetapkan pandangan untuk mengamankan podium berikutnya pada balapan Suzuka, setelah mengesankan bersama tim FCC TSR Honda.

Aegerter lolos ke tempat keempat yang bagus untuk tim yang juga menampilkan pembalap asal Prancis, Randy de Puniet, dan pembalap muda Australia Josh Hook, sebuah prestasi yang membuat catatan lebih mengesankan dengan penampilannya dari pendatang baru Honda lainnya.

Setelah mengamankan podium ditempat yang sama pada tahun 2014 saat dia menempati posisi ketiga untuk Kagayama Suzuki dan 2015 saat dia berada di urutan kedua untuk skuad FCC, pembalap Swiss tersebut ingin mengulangi prestasi itu, dan yakin penampilan berikutnya akan menjadi pembuktian diri.

Dalam ajang Superpole, yang menentukan sepuluh tempat pertama di grid, Aegerter membukukan waktu putaran 2m 6.6s yang mengesankan dan tercepat yang pernah dia lakukan di lintasan Jepang.

“Modus Superpole ini dengan hanya satu putaran dan bukanlah hal baru bagi saya. Saya telah melihat prosedur ini dari beberapa tahun terakhir, tapi hari ini saya mendapat hasil yang lebih baik. 2m 6.6s adalah waktu putaran tercepat saya di Suzuka, sementara waktu lap tercepat saya akhir pekan ini adalah 2m 7.3s, yang menunjukkan bahwa motor kami bekerja dengan baik dan kami memang sudah siap,” kata Aegerter dikutip dari Crash.net, Minggu (30/7).

“Tapi waktunya harus pas untuk putaran satu ini, untuk musim ini. Di lap keluar Anda seharusnya tidak terlalu banyak menekan, tapi hanya saat waktunya berjalan, jadi Anda harus sangat sensitif di babak ini dan Anda juga harus cepat memahami tingkat grip ban untuk ‘kualifikasi,”   sambungnya.

Dikatakan, pihaknya tidak mengganti motor di sore hari, tapi kami baru mendapatkan kualifikasi baru untuk Randy (rekan setimnya) dan kemudian untuknya, kami memiliki total empat kualifikasi untuk akhir pekan, tapi sayangnya tidak ada waktu untuk berlatih bebas.

Aegerter kemudian berbicara tentang harapannya di perlombaan dan dia merasa yakin dapat tampil kompetitif.

“Tapi saya pikir ini ide yang bagus untuk bisa berbicara tentang harapan perlombaan selanjutnya. Ini adalah tantangan besar dan apapun bisa terjadi di lintasan. Kesulitan terbesar dalam balapan jarak jauh adalah beban fisik. Tidak ada bisa menghalangi kami dalam beberapa pekan terakhir, tapi saya ingin naik podium lagi,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *