oleh

Agara Berduka, 29 Desa Terendam Air Luapan Sungai Kali Bulan

PENANEGERI, Aceh Tenggara – Tingginya intensitas hujan pada Senin (31/12) malam, membuat Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Bulan Kutacane – Aceh Tenggara (Agara) meluap. Alhasil, pemukiman warga di Puluhan Kampung yang berada diwilayah DAS tersebut, terendam air dengan ketinggian bervariasi.

“Ada 29 Kampung yang tersebar dibeberapa Kecamatan di Aceh Tenggara terendam banjir, akibat meluapnya air Kali Bulan tadi malam,” tutur Kepala BPBD Aceh Tenggara, Ramisin, pada Penanegeri.com melalui seluelrnya, Senin (31/12).

Bahkan, sambungnya, akibat luapan sungai kali bulan ini, dua jembatan juga ikut ambruk, yaitu jembatan dibelakang kantor DPRK setempat dan jembatan Lawe Bekung.

“Saat ini kami sudah menurunkan 7 unit alat berat jenis beko dan 1 unit alat berat pemecah batu, untuk perbaikan tanggul yang jebol dan jembatan putus akibat banjir tersebut,” ungkapnya.

Terlebih, sambung Ramisin, material dua jembatan yang putus itu, masih berada disungai, akibatnya aliran sungai kali bulan tertahan dan meluap ke pemukiman warga.

“Makanya saat ini alat berat sedang bekerja untuk mengurai material jembatan yang masih berada disungai, dengan harapan bisa memperlancar aliran sungai dan mengurangi luapan air,” jelasnya.

Oleh sebab itu, lanjutnya, hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan, berapa banyak rumah warga yang rusak dan terendam air, akibat meluapnya sungai Kali Bulan ini.

“Sampai saat ini kediaman warga masih terrendam air, sehingga kami belum bisa memastikan jumlah data korban. Terlebih, banjir ini datangnya berulang dan berturut-turut,” tambah Ramisin.

Kendati demikian, data yang bisa diberikan untuk saat ini kata Ramisin, yakni jumlah Desa yang terendam banjir sebanyak 29 Kampung yang tersebar dari beberapa Kecamatan, diantaranya, Kecamatan Badar, Babussalam, Lawe Bulan, Bambel, Lawe Sumur, Semadam, Lawe Sigala dan Kecamatan Bukit Tusam.

“Saat ini kami sudah menyiapkan dapur umum untuk para pengungsi di empat titik lokasi,” pungkasnya, seraya menambahkan, hingga saat ini air masih terus menggenangi pemukiman warga di puluhan Kampung serta jalan-jalan protocol yang ada di Kutacane – Aceh Tenggara.

Komentar

Berita Terbaru