oleh

AJI Lhokseumawe Gelar Workshop Edukasi Migas untuk Jurnalis

-Aceh-103 views

PENANEGERI, Aceh Utara – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe bekerjasama dengan Pertamina Hulu Energi (PHE) menggelar kegiatan Workshop Edukasi Migas untuk Jurnalis, Sabtu (29/12).

Kegiatan yang berlangsung sehari di Hotel Lido Graha, Lhokseumawe itu diikuti oleh para jurnalis perwakilan media dan organisasi dari Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara.

Ketua AJI Lhokseumawe, Agustiar saat membuka workshop itu mengatakan, selain untuk mengedukasikan tentang minyak dan gas (Migas), kegiatan tersebut juga bermanfaat untuk meningkatkan komunikasi antar PHE dengan Jurnalis dalam peliputan berita.

Workshop tersebut menghadirkan beberapa pemateri dari Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama pihak PHE. Dalam kesempatan itu, para jurnalis diberikan sedikit pemahaman seputar ekplorasi dan ekploitasi dunia perminyakan.

Kepala Divisi Formalitas dan Hubungan Eksternal BPMA, Radhi Darmansyah saat memberikan sambutan mengatakan, untuk melahirkan innovasi baru bagi Aceh dan umumnya Indonesia, pihaknya berharap adanya dukungan dari para kalangan Jurnalis.

“Di darat hingga 12 Mil ke laut merupakan wilayah pengelolaan BPMA. Apapun perusahaan perminyakan yang beroperasi tetap di bawah BPMA. Ke depannya, kita berharap BPMA ini melahirkan innovasi baru bagi Aceh, umumnya Indonesia dan ini perlu dukungan dari teman-teman jurnalis,” kata Radhi.

Radhi menuturkan, keberadaan PHE itu memiliki potensi yang besar. Tetapi, kata dia, saat ini PHE sedang memperpanjang kontrak dari pemerintah.

“Kita juga belum tahu bagaimana peraturan pemerintah ke depan. Peraturan pemerintah kan bisa berubah-ubah. Kalau PHE NSB dan NSO beroperasi dengan baik, bisa jadi PT. Arun lebih lancar lagi ke depan. Lhokseumawe dan Aceh Utara berpotensi akan seperti sebelumnya,” tambahnya.

Selain Radhi Darmansyah, hadir juga pemateri lainnya seperti Kepala Humas dan Kelembagaan, Achyar Rasyidi, Kepala Penganggaran dan Perencanaan, Afrul Wahyuni serta Fira Isrofillah dari AJI Jakarta. Sementara dari PHE turut dihadiri Armia Ramli selaku Aceh Production Operations HR & General Affairs Superintendent, PHE NSB-NSO.

Dalam sambutannya, Afrul juga mengajak para jurnalis untuk menjadikan isu Migas sebagai isu eksklusif di Aceh. Sehingga pemerintah dalam hal ini juga perlu mengedukasikan ke luar daerah tentang hasil alam yang ada di Aceh.

Dalam edukasi ini, pihak BPMA dan PHE juga membuka diskusi bebas dan sesi tanya jawab dengan para jurnalis yang meliputi AJI, PWI dan PWA. Diskusi itu memberikan gambaran tentang bagaimana keberadaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang ada di Aceh di bawah BPMA.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *