oleh

Aksi Demo di Masjidil Al-Aqsa

PENANEGERI, Desk Internasional – Warga Palestina berkumpul di depan kompleks Al-Aqsa pada hari Kamis (27/8) setelah pejabat dari otoritas Wakaf Islam, yang mengelola kompleks Masjid Al-Aqsa, memberi lampu hijau untuk kembali melakukan sholat di sana.

Namun, salah satu gerbang, Bab Hutta, tetap ditutup oleh pasukan Israel dan warga Palestina pun protes serta menolak untuk masuk sampai semua tindakan keamanan yang diberlakukan Israel ditiadakan dari gerbang masuk Kompleks Al-Aqsa.

Pasukan keamanan Israel membalas protes para warga muslim di gerbang Bab Hutta itu dengan menembakkan granat kejut, bom suara dan gas air mata.

Menurut Bulan Sabit Merah Palestina, 113 orang telah terluka akibatnya.

Kericuhan terjadi saat warga Muslim ditembaki dengan gas air mata saat kembali ke Al-Aqsa oleh Polisi Israel.

Lebih dari 100 orang terluka saat pasukan Israel menembakkan gas air mata ke jamaah yang kembali masuk ke Al-Aqsa setelah dua minggu melakukan demonstrasi.

Lebih dari 100 warga Palestina telah terluka saat pasukan Israel menembakkan gas air mata, granat kejut dan bom suara ke para warga muslim Palestina yang kembali untuk beribadah ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem untuk pertama kalinya dalam hampir dua minggu.

Ribuan warga Muslim membanjiri masuk ke masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Namun kemudian terjadi aksi demosntrasi yang berkembang menjadi situasi yang kacau balau saat polisi Israel menggunakan granat kejut untuk mencoba mengendalikan massa di depan gerbang saat gerbang terakhir yang digunakan Muslim untuk masuk ke Al-Aqsa dibuka.

Akibat aksi dan kericuhan di depan Kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem pada hari Kamis (27/8) dan setidaknya 113 terluka dalam bentrokan.

“Kami akan mengorbankan diri untuk Al-Aqsa!” massa meneriakkan seruan ini di luar masjidil Al-Aqsa. Beberapa pemuda memanjat atap masjid untuk membubarkan bendera Palestina, yang kemudian disita polisi Israel.

Setelah panggilan untuk sholat terdengar dari Masjid Al-Aqsa lagi, ribuan pria, wanita dan anak-anak berangkat ke kompleks tersebut pada hari Kamis, setelah Israel memindahkan peralatan pengintai dan rintangan lainnya dari gerbang menuju tempat suci.

Pada Kamis malam, puluhan warga Palestina yang berlindung di dalam masjid Al-Qibli dikelilingi oleh pasukan Israel yang memotong listrik dalam upaya untuk memaksa mereka di luar kompleks tersebut.

Sebelumnya pada hari itu, perayaan di dalam kompleks tersebut terputus oleh pasukan Israel yang menyerbu masuk ke tengah kerumunan orang yang telah memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa.

Detektor logam telah dihapus pada hari Rabu malam oleh pemerintah Israel.

Piranti kamera canggih yang baru dipasang sebelumnya juga dibersihkan pada hari Kamis, setelah mana polisi Israel mengumumkan bahwa semua tindakan keamanan baru telah dihapus. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *