oleh

Alumni Dayah Mudi Mesra Aceh Timur juga Laporkan Akun Facebook Abusyik Ureung Gasien ke Polisi

PENANEGERI, Aceh Timur – Setelah Alumni Dayah Mudi Mesra Samalanga, kini giliran santri Alumni Dayah Mudi Mesra asal Aceh Timur melaporkan pemilik akun Facebook Abusyik Ureung Gasien ke Polres Aceh Timur, Jumat (8/2).

“Kami melaporkan dan mengadukan akun Facebook Abusyik Ureung Gasien ini dengan aduan pencemaran nama baik terhadap guru kami,” terang koordinator Alumni Dayah Mudi Mesra asal Aceh Timur, Mustafa M Yacob (45) didampingi puluhan santri alumni Dayah Pimpinan Tgk H Hasanoel Basri H G alias Abu Mudi Samalanga.

Pihaknya juga membawa bukti print out status akun Facebook saat melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Aceh Timur.

“Kami datang melaporkan ini mewakili alumni Dayah Mudi Mesra di Aceh Timur,” tegas warga Gampong Seunebok Rambong, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur itu.

Video yang diupload pemilik akun Facebook Abusyik Ureung Gasien ini, menurut Mustafa M Yacob, mengundang keresahan masyarakat khususnya di Aceh Timur, oleh karena itu kami sangat berharap aparat penegak hukum dalam hal ini Polri untuk segera mengambil tindakan. Terang Mustafa M Yacob.

Baca Juga  Ombudsman: Warga Pulo Aceh Jangan Diabaikan dan Dianaktirikan

Sementara itu, Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro, SIK, MH membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan masyarakat terkait tindak pidana pencemaran nama baik.

“Benar, tadi yang bersangkutan (pelapor) telah mendatangi SPKT untuk membuat laporan resmi,” ujar Kapolres.

Dikatakanya, setelah mendapat laporan dan mempelajari alat bukti yang dilampirkan, kami akan berkoordiasi dengan Subdit II Ditreskrimsus Polda Aceh untuk bersama-sama melakukan penyelidikan.

“Karena ini menyangkut masalah agama dan sangat sensitif, terlebih korbanya adalah ulama kharismatik Aceh,” terang Kapolres.

Lanjutnya, kami berharap kepada masyarakat agar bijaksana dalam menggunakan media sosial, karena kalau kurang tepat dalam penggunaanya sudah barang tentu akan berurusan dengan hukum dan jika memenuhi unsur pidana akan dijerat dengan Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE) Nomor 19 Tahun 2016 yang merupakan perubahan dari Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008. Jelas Kapolres Aceh Timur.

Ditambahkannya, dari kejadian tersebut kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi kemudian melakukan hal-hal yang menjurus ke tindak kriminal, serahkan kepada aparat penegak hukum dalam menangani perkara ini.

Baca Juga  Anggota DPRK Bireuen Dilantik 2 September

Situasi yang aman dan nyaman di wilayah hukum Polres Aceh Timur sampai saat ini mari terus kita jaga, terlebih dalam menghadapi Pemilu 2019.

“Tolak semua bentuk berita hoax juga hate speech (ujaran kebencian) agar pelaksanaan Pemilu Legislatif serta Pemilihan Presiden/Wakil Presiden Tahun 2019 di wilayah hukum Polres Aceh Timur bisa berjalan, aman,damai dan sejuk,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru