oleh

Amankan Lebaran Tahun 2018, Polres Langsa Terjunkan 168 Personel Gabungan

-Aceh-33 views

PENANEGERI, Langsa – Guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat saat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1439 H tahun 2018, Polres Langsa menerjunkan 168 personel gabungan.

Para petugas tersebut terdiri dari Polri 84 personel, TNI 9 personel, Dinkes 9 orang, BPBD 18 personel, Orari 9 orang, Dishub 18 personel, Pol PP 18 personel dan POM 3 personel.

Personel gabungan itu ditempatkan di Pos Pengamanan (Pos Pam) di Kecamatan Rantau Seulamat (wilayah hukum Polres Langsa), Kecamatan Langsa Timur serta Pos Pelayanan di Lapangan Merdeka Langsa.

Pengamanan Hari Raya Idul Fitri ini ditandai dengan dilaksanakannya upacara gelar Pasukan Operasi Ketupat Rencong 2018, Rabu (6/6) di Halaman Mapolres setempat.

Kapolres Langsa, AKBP Satya Yudha Prakasa, SIK yang membacakan amanat Kapolri, Jenderal Tito Karnavian, menyampaikan, operasi tersebut berlangsung selama 18 hari yakni sejak 7 hingga 24 Juni 2018.

Ia menjelaskan, pada pelaksanaan operasi tahun ini, setidaknya terdapat 4 potensi kerawanan yang harus diwaspadai bersama yakni potensi kerawanan pertama adalah stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan.

Baca Juga  FPRM Dukung Rencana Pembuatan Qanun Kendaraan Plat BL

Pada tahun 2017 secara umum stabilitas harga pangan dapat terjaga dan tidak terjadi kelangkaan bahan pangan. Hal itu dapat diwujudkan berkat kerjasama dari semua instansi terkait seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Bulog, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), maupun Satgas Pangan Polri.

Pada tahun ini, jelasnya, potensi permasalahan masih berkisar pada masalah distribusi pangan, upaya penimbunan oleh kelompok kartel/mafia pangan, maupun perilaku negatif pelaku usaha yang menaikkan harga di atas harga yang ditetapkan, diperlukan kerja sama dan langkah proaktif dari  stakeholders terkait guna mengatasi hal ini.

Potensi kerawanan kedua adalah permasalahan kelancaran dan keselamatan arus mudik dan arus balik. Hasil survey jalan yang dilaksanakan oleh Korlantas Polri bersama Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Kesehatan, maupun Dinas Jasa Marga, dan Pertamina, mendapati sekurangnya terdapat enam lokasi rawan macet pada jalur utama mudik lebaran.

Sehubungan dengan hal tersebut, saya memberikan penekanan kepada seluruh personel terutama pada titik rawan macet dan titik rawan kecelakaan, agar benar-benar melakukan pemantauan secara cermat. Berbagai strategi bertindak yang telah ditetapkan agar diikuti dengan baik.

Baca Juga  Warga Gampong Blang Kota Langsa Digegerkan Penemuan Mayat

Kemudian, potensi kerawanan ketiga yang juga harus diantisipasi adalah potensi bencana alam dan gangguan Kamtibmas lainnya, seperti curat, curas, curanmor, copet, pencurian rumah kosong, begal, dan hipnotis. Untuk itu, para Kasatwil diharapkan dapat mengambil langkah preemtif maupun preventif yang diperlukan, sehingga bisa menekan potensi yang ada, agar seluruh Kasatwil dapat terus menerus berkoordinasi dengan pihak Basarnas, BMKG, dan pihak terkait lainnya, dalam upaya mengantisipasi dan mewaspadai potensi bencana alam.

Lalu, potensi kerawanan keempat adalah, ancaman tindak pidana terorisme. Guna mengantisipasi potensi aksi terorisme, menekankan kepada seluruh Kasatwil untuk terus meningkatkan kegiatan deteksi intelijen yang diimbangi dengan upaya penegakan hukum secara tegas (preemtif strike), melalui optimalisasi peran Satgas Anti Teror diseluruh Polda jajaran.

Disamping itu, pengamanan tempat ibadah, pusat keramaian, Mako Polri, serta aspek keselamatan personel pengamanan harus menjadi perhatian. Perkuat pengamanan pada objek-objek tersebut dan laksanakan pendampingan personel pengamanan oleh personel bersenjata (buddy system).

“Khususnya dalam mewujudkan keamanan secara umum, saya perintahkan kepada seluruh jajaran untuk terus menerus meningkatkan kerjasama dengan rekan-rekan TNI serta stakeholders terkait lainnya,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru