oleh

Amerika Larang Warganya ke Korut

PENANEGERI, Desk Internasional – Amerika menerapkan larangan bepergian (travel ban) bagi warga AS ke Korea Utara. Larangan ini efektif sejak 1 September 2017.

Larangan perjalanan bagi para pemegang paspor AS untuk bepergian ke Korea Utara akan berlaku pada 1 September dan orang-orang Amerika di negara Korea Utara tersebut harus pergi sebelum tanggal tersebut, demikian kata Departemen Luar Negeri AS (U.S. State Department) pada hari Rabu (2/8).

Wartawan dan pekerja kemanusiaan mungkin akan menjadi pengecualian atas larangan tersebut, kata departemen Luar Negeri dalam sebuah pemberitahuan publik.

Pemerintah AS bulan lalu mengatakan akan melarang orang Amerika bepergian ke Korea Utara karena risiko “penahanan jangka panjang” di sana.

Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan sebuah pemberitahuan di Federal Register pada hari Rabu yang menyatakan paspor AS tidak valid untuk bepergian ke, di atau melalui Korea Utara. Pembatasan tersebut berlaku 30 hari, dan berlaku untuk satu tahun kecuali diperpanjang atau dicabut oleh Menteri Luar Negeri.

“Orang-orang yang saat ini berada di Korea Utara dengan paspor AS harus meninggalkan Korea Utara sebelum pembatasan perjalanan mulai berlaku pada hari Jumat, 1 September 2017,” kata departemen Luar negeri AS dalam sebuah pernyataan.

Larangan tersebut terjadi pada saat ketegangan meningkat antara AS dan Korea Utara, yang telah berupaya mengembangkan rudal berhulu ledak nuklir yang diperkirakan mampu menjangkau Amerika Serikat.

Korea Utara akan menjadi satu-satunya negara di mana warga Amerika dilarang bepergian.

Berkaca pada kasus yang pernah terjadi dimana seorang mahasiswa Amerika bernama Otto Warmbier, yang dijatuhi hukuman kerja keras 15 tahun di Korea Utara, saat dikembalikan ke Amerika Serikat dalam keadaan koma pada 13 Juni setelah dibebaskan dengan alasan kemanusiaan, dan meninggal pada 19 Juni. Keadaan seputar kematiannya tidak jelas, Termasuk mengapa ia mengalami koma.

Korea Utara mengatakan melalui media negaranya bahwa kematian Warmbier adalah “sebuah misteri” dan menampik tuduhan bahwa dia telah meninggal akibat penyiksaan dan pemukulan di tahanan. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *